Arti lagu Coldplay - Fix You

Posted by Rizky kusumo On Jumat, 24 Agustus 2012 19 komentar




               Sebuah lagu tentulah memiliki sebuah makna di dalamnya, apalagi disaat lagu tersebut mencerminkan pengalaman hidup kita sehari-hari. Salah satunya lagu yang dibawakan oleh band asal Inggris, Coldplay dengan lagunya Fix You
            Lagu ini sangat mendalam karena menceritakan, bagaimana perasaan kita disaat sedih? Tapi, tidak seperti lagu lain yang totally menceritakan kesedihan dilagunya. Coldplay malah menyelipkan kata-kata motivasi dibagian reff lagu tersebut, kata-kata tersebut sangat mendalam layaknya kita curhat dengan tuhan (Menurut gua sih hehe), tapi coba aja kita dengerin lagu Fix You ini sangat Galau pasti efeknya akan berasa hehe.
      Yap,, daripada lama-lama bermukodimah lebih baik memulai thred yang menjawab arti lagu ini,,  Namun, tentulah ini hanya definisi dari pikiran saya semata,, untuk lebih tahu kebenarannya lebih baik bertanya kepada Coldplay aja,, hehe...

Coldplay - Fix You



             Lagu ini menceritakan bagaimana seseorang yang sudah berusaha sebaik mungkin tapi tidak berhasil "When you try your best but you don't succed" (Saat kau berusaha sebaik-baiknya namun kau tidak berhasil), Disaat orang itu berhasil mendapatkan apa yang diingikannya tapi bukan apa yang dibutuhkan "When you get what you want but not what you need" (Saat kau dapatkan apa yang kau inginkan namun tak kau butuhkan)
                 Keadaan ini membuat orang itu sangat lelah namun dia tidak mampu tidur "When you feel so tired but you can't sleep" (Saat kau merasa begitu lelah namun tidak mampu terlelap), Karena masa lalunya selalu membayanginya "Stuck in reverse" (Selalu terbayang masa lalu)
               Kemudian air mata pun mengalir diwajahnya "And the tears come streaming down your face" (Dan air mata mengalir diwajahmu), Hal ini terjadi karena dia tidak bisa menggantikan apa yang sudah dihilangkannya "When you lose something you can't replace" (Saat kau kehilangan sesuatu yang tak tergantikan)
                 Perasaan pun menjadi lebih buruk setelah cintanya kepada seseorang hanya bertepuk sebelah tangan "When you love someone but it goes to waste" (Saat kau mencintai seseorang tapi bertepuk sebelah tangan), Akhirnya dia pun berpikir, adakah hal lebih buruk lagi yang akan dia dapat? "Could it be worse?" (Adakah yang lebih buruk dari itu?) 
                    Akhirnya dalam keputusasaan, secercah harapan pun muncul untuk membawanya kembali "Lights will guide you home" (Cahaya akan mengantarmu pulang), Kemudian akan memberikan semangat kepada dirinya "And ignite your bones" (Dan menyulut belulangmu), Karena ada seseorang yang akan coba memberikan harapan lagi "And i will try to fix you" (Dan aku akan berusaha membenahimu)
                   Orang itu akan tetap selalu ada, disaat dirinya ada diatas maupun sedang terpuruk dibawah "And high up above or down below" (Dan saat ada diatas ataupun terpuruk dibawah), Apalagi disaat dirinya tidak mampu melupakan orang yang dicintainya "When you're too in love to let go" (Saat kau terlalu cinta dan tak bisa melepaskannya)
                  Tapi, orang itu selalu berkata, kalau tidak mencoba kau tidak akan pernah tau hasilnya "But if you never try you'll never know" (Namun, jika kau tidak pernah mencoba kau tidak akan pernah tau), Bahwa kau begitu berharga untuk menyiayiakan hidup ini "Just what you're worth" (Betapa berharganya dirimu)

            beberapa teman-teman pastinya pernah merasakan seperti lirik lagu tersebut? disaat kita merasakan kepedihan ataupun kesendirian, tentulah kita membutuhkan seseorang untuk mendengarkan cerita kita. Entahlah itu sahabat kita, keluarga, ataupun Tuhan. Tentunya teman-teman akan sangat terbantu, karena mereka akan mencoba untuk membenahi kita, seperti kata-kata dalam lagu Fix You "And i will try to fix you" hehe
                  

NB: kalau teman-teman mau nonton atau dengerin lagu Fix You, bisa kok diakses di youtube,, gua kasih link nya deh

Ok, Thanks atas kunjungan nya
ditunggu kritik dan sarannya :D

READ MORE

Motivasi Hidup Dalam Komik Naruto

Posted by Rizky kusumo On Jumat, 17 Agustus 2012 2 komentar

                

              Para penggemar Komik Anime tentulah mengenal Komik berjudul Naruto yang dikarang oleh Masashi Kishimto. Naruto sendiri merupakan komik yang sangat digemari di Indonesia menurut beberapa situs (kalo gak percaya, coba dicek sendiri hehe). Hingga sekarang Naruto mampu terjual 3,081,822 diseluruh dunia selama pertengahan 2012 (coba dilihat di web inih, => http://www.oricon.co.jp/entertainment/ranking/2012/bookrank0601/index05.html)
              Naruto sendiri menceritakan tentang anak yang ingin menjadi ninja dan seorang Hokage (pemimpin desa ninja). Tapi, perjuanganya tidaklah mudah karena ditubuhnya ada monster Kyubi (musang ekor sembilan). Hal ini yang membuat Naruto tidaklah memiliki dan dijauhi oleh teman-temannya. Hal inilah yang menjadi inti konflik dalam cerita Naruto.
                   Kemampuan Masashi Kishimoto untuk mengangkat cerita Ninja yang merupakan budaya asli Jepang, Tentulah patut diapresiasi. karena, beliau mampu mengangkat cerita Ninja menjadi lebih modern dan menghibur. Namun, kemampuan yang lain adalah memasukan unsur moral. Kedalam cerita Naruto yang membuat Komik ini mampu memberikan motivasi sendiri. Apalagi, cerita Naruto pun memasukan unsur kenyataan dalam hidup yang sering terjadi didunia nyata. 
                Nah, sebagai salah satu penggemar Naruto,, gua coba membahas apa aja sih unsur moral dan makna yang ada didalam Komik Naruto? Namun, sumber ini bukan dari Masashi Kishimoto tapi sepengetahuan gua sendiri HeHe,, Karena itu, kalau teman-teman punya reverensi tentang makna-makna lain silahkan Comment atau Follow Twitter gua @Rizky_Kusumo7 (Jadi enak hehe).
                 Tapi seperti biasa, sebagai pengetahuan baru apakah teman-teman tahu Motivasi Hidup didalam komik Naruto? Jadi, Tahukah Anda? :D

  • Jangan Pernah Meremehkan Orang Lain

                             
                    Tentulah teman-teman yang membaca komik Naruto dari awal, pastinya tahu bagaimana Naruto diperlakukan oleh masyarakat desanya? Naruto dianggap remeh, karena beberapa kali tidak mampu menguasai ilmu ninja. Apalagi, perlakuan ini lebih parah setelah banyak orang yang mengetahui bahwa didalam tubuh Naruto ada Kyubi. Tambahlah pandangan sebelah mata dan rasa takut yang diperlihatkan oleh penduduk desa. Namun, hal ini tidak membuat Naruto menyerah. Bahkan dengan kegigihanya akhirnya penduduk desanya menjadikannya Pahlawan. Setelah Naruto mengalahkan Nagato/ Pain.


               Nah, Motivasi Hidup apakah yang bisa didapat? disini bisa melihat bahwa kita tidak boleh meremehkan orang lain. Karena dengan berusaha pastinya kita ataupun orang tersebut akan mampu menjadi apa yang diinginkan. Jadi, masihkah kita meremehkan orang lain? :D

  • Teruslah Memperjuangkan Mimpi kita 




                Pastinya teman-teman sering mendengar kata-kata Naruto, "menjadi Hokage adalah impianku." Kata-kata ini sering diucapkan oleh Naruto tanpa beban. Padahal, banyak orang yang meremehkannya seperti tulisan diawal tadi. Mimpi Naruto ini memang terlihat mustahil karena melihat kemapuanya yang sering kalah dengan para ninja lain. Namun, melalui latihan yang keras dan terus berusaha. Akhirnya, Naruto saat ini menjadi Senin dan salah satu calon Hokage.



                     Nah, Motivasi Hidup apakah yang bisa didapat? disini bisa melihat bahwa kita haruslah mempunyai mimpi yang tinggi. Walaupun banyak orang yang meremehkan kemampuan kita. Namun dengan usaha yang keras disertai semangat tinggi. pastinya mimpi tersebuat akan tercapai. Jadi, apakah kita masih tidak mau bermimpi? :D

  • Selalu Memegang Ikatan Pertemanan ataupun Persaudaraan


                  Salah satu yang menonjol dalam cerita Naruto adalah kisah persaudaraan dan pertemanan. Pastinya teman-teman akan melihat bagaimana pertemanan antara Naruto dan Sasuke, Shikamaru dan Choji, Sakura dan Ino, dan masih banyak lagi. Mereka menjaga pertemanan itu bahkan pertemanan itu merupakan warisan dari ayah atau ibu mereka. Seperti Ayah Shikamaru dan Ayah Choji ataupun Ibu Naruto dan Ibu Sasuke. Walaupun, akhirnya Sasuke memutuskan untuk pergi. Namun, Naruto tetaplah memperjuangkan ikatan tersebut.


                    Nah, Motivasi hidup apakah yang bisa didapat? disini bisa melihat bahwa ikatan pertemanan, persahabatan ataupun keluarga. Haruslah dijaga karena ikatan ini sangat sulit untuk didapat. Karena, ikatan ini sangat berharga. Bahkan menurut gua lebih berharga daripada harta !! (Kalau ada yang mau comment, monggo hehe) Jadi, apakah kita masih ingin memutus ikatan pertemanan? :D

  • Jangan Pernah Menyimpan Dendam 



                      Salah satu konflik yang terjadi di cerita Naruto adalah rasa dendam. Pastinya teman-teman mengingat bagaimana rasa dendam Sasuke terhadap kakaknya Itachi? ataupun Nagato terhadap Negara-negara besar? Hal ini membuat mereka akhirnya menjadi penjahat untuk membalas dendam mereka. Padahal, mereka tidak tahu apa yang membuat kejadiaan itu terjadi? Pada akhirnya, mereka menyesal atas rasa dendam yang selama ini mereka rasakan. 


                   Nah, Motivasi hidup apakah yang bisa didapat? disini bisa melihat bahwa rasa dendam akhirnya tidak memberikan mamfaat. Malah memberikan penyesalan kepada kita nantinya. Jauh lebih baik, kalau kita melihat secara jernih apa yang sedang terjadi? atau menceritakan permasalahan kita pada orang lain. Sehingga, rasa dendam kita akhirnya mampu hilang. Jadi, apakah kita masih ingin menyimpan dendam kepada seseorang? :D

  • Jangan Pernah Melanggar Janji


                  Hal ini yang benar-benar ditonjolkan oleh Masashi Kishimoto dalam komiknya. Pastinya teman-teman akan merinding melihat semangat Naruto untuk mengembalikan Sasuke ke Konoha. Hal ini dilakukan karena ingin menepati janjinya kepada Sakura. Kata-kata Naruto yang sangat fenomenal (Menurut gua hehe) adalah saat ditanya Sakura, "kenapa kau melakukan semua ini?" Naruto pun menjawab,"seorang Ninja tidak pernah melanggar janjinya, inilah jalan Ninjaku." 


                     Nah, Motivasi hidup apakah yang bisa didapat? disini bisa melihat bahwa seorang manusia haruslah menepati janji yang diucapkannya. Karena, itulah prinsip dasar kehidupan. Tentulah kalau kita mampu menepati janji. Pastinya banyak orang yang akan menghargai kita. Jadi, apakah kita masih ingin melanggar janji? :D

               Tentulah masih banyak lagi motivasi-motivasi yang terkandung dalam cerita Naruto. Namun,  sekarang gua hanya menampilkan 5 aja (Kalau ada yang kurang, Comment aja atau Mention di Twitter gua @Rizky_Kusumo7 hehe). Gua sendiri tidak bermaksud untuk menggurui. Karena, Gua sendiri masih melakukan hal-hal diatas. Namun, Gua sendiri terpengaruh cerita Naruto yang sering memberikan Motivasi Hidup. Hal  ini yang membuat gua mulai belajar menjadi manusia yang lebih baik (HeHe Super)
                 Sebagai penggemar Naruto ataupun sekedar membaca tentulah teman-teman boleh mengambil hal yang baik dalam cerita. Karena, kadang-kadang kita tidak menyadari bahwa ada makna tersembunyi dalam cerita tersebut. Nah, tinggal kita lah yang mulai mencari apa makna didalam cerita tersebut. Ok, Sekian... :D

Kalau ada yang punya refrensi untuk diulas, silahkan bisa kok
1) Kirim aja Email ke (RizkyKusumo19@yahoo.co.id)
2) Mention ke (Rizky_Kusumo7)

Ditunggu Kritik dan sarannya :)

 
READ MORE

Siapakah Saya?

Posted by Rizky kusumo On 0 komentar



Belum lama berselang, saya pernah menonton sebuah film Brazil berjudul City Of God. Film ini menceritakan seorang anak yang hidup dan tumbuh di kota dengan kondisi sosial yang rusak. Sebuah film yang menceritakan bagaimana akhirnya dia harus melihat teman-teman kecil nya mati di depannya? Dan bagaimana dia memilih jalan hidupnya sendiri? Pengambilan lokasi yang mengambarkan realitas sosial di Brazil dengan gangsternya, peredaran dan pemakaian narkotika, dan seks bebas. Sepertinya mengingatkan saya dengan kehidupan di Indonesia pada masa-masa silam, bahkan hingga sekarang.
Kisahnya tentang seorang anak yang harus tumbuh di lingkungan yang sangat buruk. Semenjak kecil dia harus melihat kelakuan orang-orang tua yang sering melakukan pembunuhan, dan memakai narkoba. Bahkan beberapa temannya akhirnya memilih atau dipaksa untuk menjadi seorang pembunuh. Namun, akhirnya dia memilih untuk menjadi seorang jurnalis dan menolak kebiasaan di lingkungannya. Tentulah dalam film ini menimbulkan pertanyaan bagi kita semua, apa kehidupan ini merupakan sebuah pilihan? Ataukah semuanya sudah diatur oleh alam?
Persoalan yang dilontarkan pada kita di film ini adalah sebuah realitas sosial. Apalagi sebagai anak muda yang sedang mencari jawaban “Siapakah saya?“ Sebagai seorang anak muda yang lahir di lingkungan yang sering dipertontonkan kisah-kisah tentang pemimpin yang korup, anak muda yang apatis dan hedonis, dan hilangnya sikap gotong royong. Apakah generasi setelahnya pun hanya mewarisi sikap-sikap seperti itu?  Seperti yang terjadi di film City Of God yang hanya mewarisi kehidupan gangster, peredaran narkoba yang diwarisi pendahulunya.
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita harus menanyakan pada diri kita sendiri “Siapakah saya?” dan jawaban kita menentukan pilihan itu sendiri. Sang anak tadi pun harus menjawab pertanyaan besar tersebut. Jika dia memilih untuk hidup seperti lingkungannya, menjadi seorang gangster, dan pengedar narkoba. Tentulah dia tidak akan dipencundangi oleh teman-temannya. Dia pun pastinya akan menjadi kaya, ataupun punya banyak wanita dan pastinya dia tidak akan dipersalahkan karena lingkungannya pun seperti itu. Tetapi pilihannya untuk keluar dari kebiasaan dan memutuskan menjadi seorang fotografer lah yang menentukan “Siapakah dirinya.” Karena, pilihanya tersebut bisa saja membuat dia dibunuh oleh teman-temannya.
Seperti yang banyak terjadi di negara ini, di mana setiap hari lahir para orang-orang korup baru. Padahal orang-orang itu pastinya telah diajarkan tentang prinsip kejujuran sejak kecil. Namun, prinsip itu sepertinya telah hilang, saat mereka mengetahui lingkunganya pun korup. Karena hal yang sudah biasa dilakukan, pastinya tidak menimbulkan rasa berdosa apalagi lingkungannya pun mendukung.  Jadi apakah kehidupan ini merupakan sebuah pilihan? Ataukah kita hanya mewarisi kebiasaan dari orang-orang tua.
Anak muda sekarang pun amat mudah merasionalisasikan keadaan. Kemalasaan mereka dirasionalisasikan sebagai sikap apatisme ataupun slogan-slogan golongan dirasionalisasikan sebagai gerakan revolusi. Kadang-kadang kita selalu bertanya apa yang sebenarnya kita lakukan selama ini? kritikan kita tidak merubah keadaan, malah menambah musuh saja? Ataukah kita adalah orang yang ingin mengkritisi segala sesuatu walaupun pengetahuan dan pengalaman kita terbatas? Hal inilah yang akhirnya menimbulkan rasa kemalasan ataupun dengan julukan gaulnya “apatisme” yang sering menjangkiti beberapa teman kita.
Pertanyaan itu pun sering datang kepada saya. Namun saya selalu berkata pada diri saya sendiri. Bahwa saya adalah seorang mahasiswa, sebagai seorang yang masih harus belajar dan mengejar cita-cita. Karena itu saya akan berani untuk berterus terang, walaupun ada kemungkinan saya salah. Lebih baik bertindak keliru daripada tidak bertindak karena takut salah. Karena kebenaran bukanlah dalam bentuk instruksi dari siapa pun, tetapi harus dihayati secara kreatif sebagai manusia yang selalu berpikir.
Hal yang lebih lucu lagi adalah saya sering bertemu dengan teman-teman, baik dari kampus ini maupun kampus lain. Disaat kami melakukan perjuangan dalam tulisan ataupun pergerakan, saya pun sering bertanya “Kenapa kalian melakukan semua ini?” seorang dari mereka pun menjawab “saya melakukan semua ini, karena merupakan perintah dari ormas dan bergeraknya saya merupakan perintah dari pimpinan, dan bagi saya itu adalah kebenaran.” Hal ini lah yang meracuni penerus-penerus bangsa, kebenaran mereka hanya dibatasi oleh perkataan Ormas inilah, golongan inilah, atau ideologi inilah. Sebuah hal yang menjadikan bangsa ini selalu berada dalam kotak-kotak yang saling membenarkan satu sama lain.
Padahal sebagai anak muda apalagi mahasiswa, kita haruslah mempunyai prinsip dan sebuah indepedensi. Kita harus berkata itu benar karena memang itu benar, bukan karena slogan ormas, hasutan dari tokoh-tokoh, ataupun kepentingan ideologi. Sebagai seorang mahasiswa seharusnya kita memilih apakah nantinya terpaksa menjadi seperti kata-kata pimpinan ormas pilihan kita? Ataukah menjadi seorang mahasiswa yang sesuai wujud sebenarnya? Pilihan inilah yang bebas dipilih oleh manusia. Namun, seperti cerita film tersebut  apakah teman-teman mau tetap hidup dalam kebiasaan seperti itu? Ataukah memilih jalan lain.




READ MORE