Acara Televisi Favorit Saat Ramadhan

Posted by Rizky kusumo On Sabtu, 28 Juli 2012 0 komentar
        

          Ramadhan merupakan bulan yang dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia, salah satunya di Indonesia. Sebagai Negara dengan penganut mayoritas muslim terbesar di dunia. Tentulah  masyarakat Indonesia menjadi salah satu contoh masyarakat muslim dan Non-muslim di dunia. Peran media massa tentulah sangat besar untuk menciptakan image masyarakat muslim Indonesia melalui acara televisinya baik saat Maghrib ataupun saat Sahur.
               Namun, masyarakat Indonesia tentulah memiliki acara-acara televisi favoritnya. baik acara dakwah, sinetron, maupun acara humor yang sering muncul saat sahur. Walaupun acara yang sering ditonton kadang tidak mencerminkan tema Ramadhan itu sendiri, tapi apek Entertainment tentulah menjadi pertimbangan media massa saat ini. 
              Nah, sebagai pemerhati acara televisi (Walaupun masih amatir hehe), Saya mau kasih informasi tentang acara televisi favorit dan layak untuk ditontoh. Saya memilih 5 acara favorit saat ramadhan. Yah, ini sih hanya analisa saya sendiri, tidak ada survei atau riset yang dilakukan untuk mengetahuinya. Tapi, sebagai masyarakat yang hidup di Indonesia tentulah kita harus tau, Acara apa saja yang sedang digemari masyarakat saat ramadhan?
            Jadi, acara Televisi apa sajakah yang sedang digemari masyarakat saat ramadhan,, yaa, Tahukah Anda?


 1. Para Pencari Tuhan





                  Sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) di SCTV memang menjadi sinetron wajib saat bulan ramadhan. Hal ini dibuktikan dengan sinetron PPT yang sudah mencapai edisi yang ke-6. Sinetron yang tayang saat sahur ini memang berbeda dengan sinetron lainnya. Selain mengangkat tema islam, PPT sendiri memasukan unsur  keadaan real masyarakat, konflik-konflik yang sering terjadi di masyarakat dan tentulah humor yang menambah daya tarik sinetron tersebut. Yapp, Para Pencari Tuhan tentulah sangat bagus untuk ditonton, apalagi saat ngantuk disaat bangun sahur hehe. 

   2.  Musafir


                      
          Tema sejarah islam tentulah menjadi hal yang tidak boleh terlewat dalam acara ramadhan. Hal inilah yang membuat semua TV berlomba-lomba menampilkan tema sejarah islam. Namun dari semua acara bertema sejarah, acara Musafir di Trans 7 menjadi sebuah tontonan wajib bagi para penikmat sejarah islam. Selain dibimbing oleh ustadz yang sangat mengerti tentang sejarah islam, Musafir pun memberikan rincian sejarah yang lebih lengkap. Tentulah tidak salah untuk menambah informasi saat sahur :) 

  3. Opera Van Java Sahur


                Opera Van Java akhir-akhir ini selalu menjadi tontonan wajib masyarakat Indonesia. Hal ini membuat Opera Van Java akhirnya ditempatkan untuk mengisi acara sahur. Tentu saja penempatan acara humor disaat sahur sangat menghibur, apalagi saat orang-orang masih ngantuk. hal inilah yang menjadi keunggulan Opera Van Java Sahur. Dengan guyonan ala Sule, Andre, dan pelawak OVJ lainya tentulah akan menjadi penghibur disaat sahur :)

 4. Pesbuker



                        
                    Acara Pesbuker di ANTV pun menjadi tontonan yang selalu ditunggu-tunggu oleh penonton. Bagi masyarakat indonesia yang sudah tidak sabar menunggu buka puasa, acara Pesbuker seperti menjadi alternatifnya. Tentualah masyarakat sangat menaruh perhatian terhadap acara tersebut walaupun banyak kritik yang dilontarkan. Acara yang dimulai sebelum buka puasa ini  tentulah selalu ditunggu oleh para penggemar humor hehe

 5. Adzan Maghrib


           
                    

              Acara yang paling ditunggu, bukan saja oleh masyarakat Indonesi tapi juga dunia adalah Adzan Maghrib. Bukan bermaksud ngelawak (tapi kalo mau ketawa, gak masalah juga haha) acara Adzan Maghrib pastilah menjadi hal yang ditunggu disaat berpuasa, Baik itu Anak-Anak hingga Orang Tua. Yang paling terpenting adalah saat Adzan Maghrib semua keluarga kita pasti berkumpul untuk menikmati saat-saat berbuka :)

      Yaa, Itulah sekilas mengenai acara-acara televisi favorit saat bulan Ramadhan. Tentulah seperti Saya ungkapkan diatas, ini hanyalah pengamatan dari seorang yang baru mau menggeluti dunia riset. yaa, jika teman-teman mempunyai masukan tentang acara lain? Saya sangat berterima kasih atau teman-teman tidak setuju dengan pendapat ini? Silahkan berdiskusi dan utaraka pendapatnya,, Terima Kasih....
Ditunggu Kritik Dan Sarannya :)
                           




READ MORE

Arti Lagu Peterpan - Jauh Mimpiku

Posted by Rizky kusumo On 4 komentar



Sebuah lagu tentulah memiliki sebuah makna di dalamnya, apalagi disaat lagu tersebut mencerminkan pengalaman yang sering terjadi di masyarakat. Salah satunya lagu yang menjadi OST. Alexandria  yaitu Jauh Mimpiku 
    Lagu yang  dibawakan oleh Peterpan ini memiliki makna yang sangat mendalam  dan sangat cocok dengan tema film tersebut,, Bercerita tentang cinta dan persahabatan tentulah sering menjadi dilema yang dialami oleh semua orang (Termasuk gua haha)  
   Apalagi ditambah kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan menjadikan lagu jauh mimpiku ini tambah melankolis,, Sebuah ciri khas lagu yang dibuat oleh band asal bandung ini.
     Yap,, daripada lama-lama bermukodimah lebih baik memulai thred yang menjawab arti lagu ini,,  Namun, tentulah ini hanya definisi dari pikiran saya semata,, untuk lebih tahu kebenarannya lebih baik bertanya kepada Peterpan aja,, hehe...

Peterpan - Jauh Mimpiku






        Lagu ini menceritakan tentang seseorang (Laki-Laki atau perempuan) yang  memiliki keraguan dan selalu menyimpan rasa untuk memiliki orang yang dicintainya "Pernah ku simpan jauh rasa ini, Berdua jalani cerita",, Namun, orang yang dicintainya seperti memberikan harapan dan membuat mimpi untuk memilikinya bertambah besar walaupun hanya sesal yang bisa saja terjadi "Kau ciptakan mimpiku, Jujur ku hanya sesalkan diriku"
            Karena, orang yang dicintainya akhirnya memutuskan untuk pergi dan membuat dirinya menyesal "Kau tinggalkan mimpiku, Dan hanya hanya sesalkan diriku",, Akhirnya membuat dirinya harus melepaskan kepergiannya dan melupakan senyumannya "Ku harus lepaskanmu, Melupakan senyummu"
              Karena memang semua tentang orang yang dicintainya hanya harap yang jauh mimpi dengan inginnya "Semua tentangmu, Tentangku, Hanya harap jauh, Ku jauh, Mimpi dengan inginku",, Yaa,, baginya rasa cinta ini tidaklah sesuai dengan kenyataan yang ada "Jauh mimpiku dengan inginku"

          Yapp, pastinya teman-teman semua dapat memahami arti lagu ini,, mungkin saja teman-teman sedang merasakannya sekarang (Kayak gua haha #Curcol),, Tapi   muncul lah pertanyaan tentang cinta, bagaimana kita mampu mencintai seseorang yang tidak mencintai kita? Yaa, semua jawaban ada diteman-teman,, karena hidup ini memang pilihan kan hehe
NB: kalau teman-teman mau nonton atau dengerin lagu Berhenti Berharap, bisa kok diakses di youtube,, gua kasih link nya deh


ditunggu kritik dan sarannya
Terima kasih :)


READ MORE

Arti Lagu Sheila On 7 - Berhenti Berharap

Posted by Rizky kusumo On Senin, 23 Juli 2012 4 komentar


            Sebuah lagu tentulah memiliki sebuah makna di dalamnya, apalagi disaat lagu tersebut mencerminkan pengalaman yang sering terjadi di masyarakat. Salah satunya lagu yang menjadi OST. 30 Hari Mencari Cinta  yaitu Berhenti Berharap. 
         Lagu yang  dibawakan oleh Sheila On 7 ini memiliki makna yang sangat mendalam, apalagi lagu tersebut sangat berbeda dengan lagu yang sering diciptakan oleh sheila on 7, Karena biasanya lagu yang dibuat oleh band asal yogya itu lebih ceria, namun dalam lagu ini Sheila On 7 menciptakan lyric yang lebih melankolis.
        yap,, daripada lama-lama bermukodimah lebih baik memulai thred yang menjawab arti lagu ini,,  Namun, tentulah ini hanya definisi dari pikiran saya semata,, untuk lebih tahu kebenarannya lebih baik bertanya kepada Sheila On 7 aja,, hehe...

Sheila On 7 - Berhenti Berharap

                  
              Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang sudah tidak mempercayai tentang cinta dan apa pun tentang itu "Aku tak percaya lagi dengan apa yang kau beri",, Membuat dia terdampar di Dunia ini dan menunggu mati seorang diri "Aku terdampar disini tersudut menunggu mati"
              Dia pun sudah tidak mempercayai adanya matahari ataupun harapan di dunia ini "Aku tak percaya lagi akan guna matahari",, Padahal sebelum ini, matahari/ harapan mampu menerangi hatinya "Yang dulu mampu terangi sudut gelap hati ini"
               Akhirnya dalam keputusasaan mungkin berhenti berharap hingga datangnya gelap adalah salah satu jalan "Aku berhenti berharap dan menunggu datangnya gelap",, Hingga nantinya tidak ada cinta yang didapat olehnya "Sampai suatu nanti tidak ada cinta kudapat"
                 Dia pun bertanya kepada Tuhan, kenapa menciptakan sebuah derita padahal bahagia tercipta? "Kenapa ada derita bila bahagia tercipta",, Dan kenapa juga ada hitam bila putih menyenangkan? "Kenapa ada hitam bila putih menyenangkan"
                 Akhirnya dia pun pulang dari perjuangan selama ini dan menerima kekalahannya "Aku pulang tanpa dendam, kusalutkan kemenanganmu",, Karena dengan kejadiaan ini sebuah pelajaran tentang bahagia dan derita dalam cinta didapatkannya "Kau ajarkan aku bahagia, Kau ajarkan aku derita"
                   Namun, seorang manusia pastinya mengalami sebuah penderitaan tetapi yang lebih penting, bagaimana kita bisa mengerti apa yang terjadi dan memulai sesuatu yang baru "Rebahkan tangguhmu lepaskan perlahan kau akan mengerti semua"

             Yapp, pastinya teman-teman mampu memaknai lagu ini,, banyak makna yang terkandung didalamnya, tentang cinta, kehidupan, kesepian, dan harapan,, walaupun terkadang cinta itu memilukan dan membuat harapan kita berhenti, namun Tuhan pastinya memberikan apa yang mestinya kita butuhkan (Wah Like This yoo haha)
              
NB: kalau teman-teman mau nonton atau dengerin lagu Berhenti Berharap, bisa kok diakses di youtube,, gua kasih link nya deh

ditunggu kritik dan sarannya
terima kasih :)
         



READ MORE

Resensi Novel The Game Of Two Quests : Sherlock Holmes VS Arsene Lupin

Posted by Rizky kusumo On Selasa, 10 Juli 2012 5 komentar
         


       Thread kali ini akan membahas novel yang satu bulan lalu sempet booming di Toko buku. Novelnya itu berjudul The Game Of Two Quests : Sherlock Holmes VS Arsene Lupin dan karena tertarik (walaupun sebenarnya gak suka baca novel hehe) akhirnya gua beli bukunya. Bagi sebagian masyarakat, pastinya sangat familiar dengan nama tokoh fiksi bernama Sherlock Holmes yang dibuat oleh Sir Arthur Conan Doyle. 
        Tokoh Detektif asal Inggris ini sangat terkenal di Indonesia bahkan luar negeri. Hal ini terbukti dengan penjualan novelnya yang laris di Pasaran, bahkan filmnya Sherlock Holmes : A Game Of Shadows berhasil masuk  Box Office di Amerika Serikat. Namun, bagaimana dengan tokoh Arsene Lupin?
          Arsene Lupin sendiri merupakan tokoh fiksi asal Prancis yang dibuat oleh Maurice Leblanc. Berbeda dari Sherlock Holmes yang berperan sebagai "pembela kebenaran", tokoh asal prancis ini menyandang sebuah pekerjaan yang selalu dinilai buruk oleh masyarakat yaitu Pencuri. Namun, novel Arsene Lupin ini malah sangat sukses di Prancis bahkan tokoh tersebut dianggap maskot masyarakat Prancis (kehebatan dua tokoh tersebut akan gua bahas di thred selanjutnya,, yaa ditunggu aja hehe). 
        Kesuksesan dua novel tersebut membuat para pengarangnya (Sir Arthur Conan Doyle dan Maurice Leblanc) berusaha membuat jalan cerita yang semenarik mungkin. Hal yang bisa pembaca dapatkan di novel ini (The Game Of Two Quests : Sherlock Holmes VS Arsene Lupin), di mana Maurice Leblanc memasukan dua tokoh yang bertentangan (satu detektif dan satunya lagi pencuri) dalam satu cerita. Tentulah kawan-kawan tidak akan menyesal kalau membeli atau membaca novel ini. Karena itulah gua akan membahas dalam resensi buku kali ini,, yaa semoga bermamfaat 
Ok kita ke TKP

The Game Of Two Quests : Sherlock Holmes VS Arsene Lupin






           Cerita ini dimulai saat Arsene Lupin melakukan pencurian terhadap seorang profesor bernama M. Gerbois. Tokoh pencuri ini seperti biasanya, mampu melakukan pencurian yaitu Meja tua tanpa meninggalkan jejak. Namun, hal yang menimbulkan konflik adalah isi di dalam meja tua tersebut karena terdapat tiket lotre bernilai satu juta France. Hal inilah yang membuat M. Gerbois mengajukan tuntutan terhadap Arsene Lupin ke Pengadilan. Namun, kemampuan Arsene Lupin untuk berektorika membuat M. Gerbois tidak berhasil membuktikan pendapatnya. Namun yang menjadi menarik adalah peran polisi yang sepertinya tidak mampu menandingi kejeniusan seorang Arsene Lupin. Salah satu contohnya adalah ketidakmampuan polisi untuk menemukan bukti penculikan gadis bernama Suzanne Gerbois (anak M. Gerbois). 
             Salah satu pemerannya adalah Kepala Inspektur Ganimard yang merupakan musuh abadi Arsene Lupin. Kepala Inspektur ini tidak mampu meringkus Arsene Lupin di dua kasus yang dianggapnya berhubungan (Nomor 514, Seri 23 dan Berlian Biru). Kebanyaakan tuduhan darinya mampu dipatahkan oleh Arsene Lupin dengan memakai rektorika, hal yang membuat Kepala Inspektur ini terlihat bodoh didepan pemimpinnya. Keadaan inilah yang membuat bangsawan bernama M. dan Mme. de Crozon (pemilik berlian biru) memanggil detektif asal inggris yaitu Sherlock Holmes.
             Kasus berlian biru sendiri melibatkan banyak orang-orang penting yaitu para  Bangsawan, Broker Saham, Artis, dua Orang Menteri dan Raja yang diasingkan. Hal ini yang membuat kasus ini menjadi besar dan memunculkan hipotesis/dugaan yang kadang tidak terarah. Salah satunya berasal dari Kepala Inspektur yang memberikan hipotesis mengarah kepada Arsene Lupin. Sayangnya, pembuktiaan atas dugaan tersebut tidak pernah benar malah dirinya dipusingkan dengan persepinya sendiri. Hal inilah yang membuat M. dan Mme. de Crozon akhirnya memanggil Sherlock Holmes untuk menangani kasus tersebut.
            Pertemuan Antara Arsene Lupin dan Sherlock Holmes pun terjadi disebuah restoran kecil di dekat stasiun. Hal yang menarik adalah kemampuan hipotesis seorang Sherlock Holmes untuk mengenali penyamaran Arsene Lupin. Keadaan tersebut membuat kedua tokoh yang bersebrangan ini melakukan pembicaraan yang serius. Mereka berdua melakukan pembicaraan tentang kasus yang terjadi dan saling adu argumen. Setelah pembicaraan selesai mereka pun mendeklarasikan pertempuran tetapi hal ini dikarenakan sebuah takdir bukan sebuah rasa permusuhan. Kehebatan dua Maestro langsung terlihat setelah pertemuan fenomenal tersebut. Kemampuan analisa Sherlock holmes akhirnya mampu menjerat Arsene Lupin dan menangkapnya. Sayangnya, Lupin pun menggunakan kemampuannya dan keahliannya untuk melepaskan diri. Hal ini terus terjadi hingga akhir novel yang membuktikan kemampuan dua orang ini. Jadi, bagaimana akhir cerita dari pertempuran antara seorang detektif handal dan seorang pencuri ulung? ya, siapakah yang akan keluar menjadi pemenangnya?

        Novel pertempuran antara Sherlock Holmes dan Arsene Lupin ini memang menjadi karya fenomenal Maurice Leblanc. Bahkan karyanya ini menjadi salah satu Fan Fiction dari novel bertema Holmes walaupun pihak Conan Doyle pernah melakukan gugatan atas karya tersebut. Pertarungan antara Sherlock Holmes dan Arsene Lupin memang menjadi sebuah karya fenomenal. Sebuah pertempuran dua tokoh fiksi yang berseberangan karena sebuah takdir dan peran yang mereka dapatkan. yaa,, Antara DETEKTIF dan PENCURI....

Kalau kawan-kawan ingin membaca secara lengkap novel tersebut,, Kawan-Kawan bisa membelinya di Toko buku terdekat... hehe
Terima Kasih Atas Perhatiannya :)
           
               



READ MORE

Kehidupanku Dan Jurnalisme : Dibentuk oleh Lembaga Pers Mahasiswa

Posted by Rizky kusumo On Minggu, 08 Juli 2012 2 komentar

         



          Hai kawan, thred kali ini akan menceritakan pengalamanku sebagai Jurnalis kampus dan bagaimana menempatkan posisiku sebagai Mahasiswa dan juga penulis yang sering mengkritik. Tulisan ini terinspirasi dari pelatihan pers mahasiswa yang saya ikuti selama 3 hari (Kamis, Juma't, dan Sabtu). Salah satu yang menarik dalam beberapa hari itu adalah pertemuanku dengan para wartawan yang dahulunya berkecimpung di (Lembaga Pers Mahasiswa) LPM. Menurut mereka "Para wartawan yang berasal dan dibentuk di LPM, pastilah memiliki kualitas dibanding dari jurusan komunikasi". 
      Hal ini dilandasi sifat LPM yang sering "memaksa" para anggotanya untuk membaca buku dan melakukan diskusi. hal ini membuat mereka (wartawan LPM) mempunyai kemampuan dalam hal riset dan analisa. Tetapi yang lebih penting, kemampuan wartawan dari LPM adalah sikap militannya. hal ini diketahui dari  ungkapan bahwa "kebanyakan wartawan sekarang malah masuk angin dan muntah-muntah kalau diberi tugas", ujar pengisi materi dilatihan Pers.
          pendapat ini tentunya beralasan karena sebagai anggota LPM, kami dituntut untuk membagi waktu antara masuk kuliah dan mencari berita. hal ini tentunya dibutuhkan kerja yang keras dan kondisi fisik yang harus selalu fit. Nampaknya, hal inilah yang membuat alumni dari LPM lebih dipandang diberbagai media massa. Namun, para anggota LPM kadang mengalami sebuah dilema karena mereka bukan hanya berperan sebagai wartawan, tetapi juga merupakan seorang MAHASISWA. Sebagai Mahasiswa tentulah dituntut untuk belajar dengan rajin, sering masuk, dan kadang-kadang "ngelobi"  Dosen supaya mendapat nilai A (ya, gitu deh kalo ketemu sama dosen subjektif hehe). 
          terus bagaimana dengan orang-orang kayak saya yang sering ngeritik dosen yang beler? yaa, kawan-kawan bisa menebak sendirilah, bagaimana kehidupan saya ini dihadapkan pada posisi yang terus mengkritik dosen-dosen tersebut, tetapi tetap harus diajari oleh yang bersangkutan. Seringnya terjadi benturan membuat banyak kawan-kawan saya menjadi kendur nyalinya. Kawan saya sendiri pernah bilang "bisa hancur nilai gua lah Ky, kalau sering ngeritik dosen apalagi pelajaran yang penting, hari gini mendingan jadi Mahasiswa yang bener aje", emang Mahasiswa yang bener tuh kayak gimana? Pola pikir seperti ini yang kadang menurunkan sikap kritis mahasiswa, kebanyakan kawan-kawan saya tidak ada bedanya dengan Kerbau yang dicocok hidungnya, disuruh itu mau aja, yaa, asal bapak senang pokoknya. 
       Keadaan seperti inilah yang membuat saya sering menulis dan mengkritik keadaan Kampus (tentulah dengan kawan-kawan saya di LPM), Kegiatan mengkritik lewat menulis memang jauh lebih efektif daripada berkoar-koar di depan dosen yang kadang-kadang Sok imut/pura-pura gak tau. Namun tentulah beresiko, yaa, bisa-bisa nilai hancur, dicenginn sama Dosen di Kelas, atau paling parah di DO (Drop Out). Beberapa hari yang lalu kawan saya mendapat masalah gara-gara tulisannya dinilai menyebarkan fitnah, Orang tuanya hampir saja dipanggil (yee, dosen sekarang emang rada-rada aneh kalau ngancem hehe). Berbagai benturan inilah yang sering dihadapi oleh kawan-kawanku yang intens mengkritik.
        Berbagai penilaian negatif pun sering dilontarkan oleh para dosen dan civitas akademik, berbagai permintaan seperti "jangan nulis yang jelek-jelek aja, mendingan yang bagus kan lebih enak dibaca". Namun hal ini tidaklah bisa diwujudkan "yaa, kalau ada yang bagus pastilah ditulis, tapi kenyaatan adanya beritanya jelek mulu sih", ujar kawanku (hehe betul juga). Tapi yang perlu ditekankan sebagai Pers Mahasiswa adalah mendidik para anggotanya untuk melakukan analisa permasalahan dan mencoba memperbaikinya. yaa, kalau dari analisa tersebut memang ditemukan sebuah permasalahan, apakah kita harus diam saja?
           Pengalaman inilah yang saya dapat setelah berperan dalam kegiatan pers mahasiswa selama satu tahun. Seringnya muncul konflik, bukan hanya antar orang yang baru dikenal tetapi dengan teman akrab. Membuat saya mampu melakukan manajemen konflik, hal inilah yang bermamfaat untuk diri saya pribadi. Manajemen konflik tentulah berperan penting, di mana kita harus memisahkan antara kedekatan personal dan permasalahan yang harus dikritisi. Hal ini sangat penting karena sebagai Jurnalis, kita diharuskan mengungkapkan perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai walaupun terhadap teman kita sendiri. 
       hal lain yang didapat seorang wartawan dari LPM adalah mereka bisa langsung melakukan praktek layaknya wartawan Pro. Wartawan LPM biasanya meanalogikan Kampus sebagai miniatur Negara. Hal ini disadari karena masalah di Kampus hampir sama dengan keadaan di Negara ini, misalnya, masalah pemilihan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang didominasi oleh satu golongan. Tentulah hal ini membuat para wartawan LPM tidak akan kaget dengan keadaan yang terjadi di Negara ini.
           Namun yang patut disadari adalah wartawan dari LPM tetaplah seorang mahasiswa yang dihadapi dilema akademika. Hal ini disadari karena saya sendiri tidak mau mendapat nilai jelek hanya sikap subjektif para dosen. Keadaan inilah yang membuat teman-teman termasuk saya sendiri agak ragu-ragu untuk mengeksekusi sebuah masalah. Namun, seperti sebuah takdir yang sudah memilih kami untuk melakukan kritik. Membuat rasa takut dan Parnoisme yang diberikan oleh dosen layaknya angin lalu ataupun ibarat pepatah "Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu". Hal yang selalu menjadi landasan kami setiap dihadapi oleh sebuah dilema. 
           Hal yang  bermamfaat lainnya dalam Jurnalisme LPM adalah kita didik untuk membuka pengetahuan seluas mungkin. Hal ini, membuat kita dituntut untuk bertemu dan berdiskusi dengan banyak orang. Sikap ini membuat kita menjadi militan dan tidak malu bertemu dengan seseorang. Karena seperti yang diungkapkan di awal paragraf, para orang-orang media massa tidak mau mempekerjakan wartawan yang "muntah-muntah" saat mengejar sebuah berita. yaa, sifat militan inilah yang membentuk saya, tentulah berkat masuk menjadi anggota LPM. 

              
              

READ MORE

Arti Lagu Christina Perri - A Thousand Years

Posted by Rizky kusumo On Sabtu, 07 Juli 2012 7 komentar



Sebuah lagu tentulah memiliki sebuah makna di dalamnya, apalagi disaat pembuatnya memasukan sebuah perasaan dan pengalamanya. Salah satunya lagu yang menjadi OST. Breaking Down dan menjadi Hits di Tahun ini yaitu A Thousand Years. lagu yang  dibawakan oleh Christina Perry ini memiliki makna yang sangat mendalam, apalagi untuk orang-orang yang terwakili hatinya di lagu ini (Curcol dah hehe)
yap,, daripada lama-lama bermukodimah lebih baik memulai thred yang menjawab arti lagu ini,,  Namun, tentulah ini hanya definisi dari pikiran saya semata,, untuk lebih tahu kebenarannya lebih baik bertanya kepada Christina Perry aja,, hehe...
Ok kita ke TKP

Christina Perry -  A Thousand Years





        Lagu ini bercerita tentang seseorang (Laki-Laki ataupun Perempuan) yang sedang jatuh cinta "Heart Beats Fast, Colors And Promises" (Jantung Berdetak Cepat, Warna dan Janji-Janji),, Sayangnya, dirinya tidak berani mengungkapkan perasaannya karena takut cintanya bertepuk sebelah tangan "How To Be Brave, How Can I Love When I'm Afraid To Fall" (Bagaimana Menjadi Berani, Bagaimana Saya Bisa Mencintai Disaat Saya Takut Jatuh)
          Namun, keraguaanya pun lenyap setelah melihat pujaan hatinya mampu berdiri sendiri dan sepertinya berbeda dari orang lain yang pernah dikenalnya "But Watching You Stand Alone, All Of My Doubt Suddenly Goes Away Somehow" (Tapi Melihatmu Berdiri Sendiri, Semua Keraguanku Tiba-Tiba Hilang Entah Kemana),, Dan Akhirnya dirinya kian semakin dekat dari hari - ke hari dengan Pujaannya "One Step Closer" (Satu Langkah Lebih Dekat)
       Setiap hari dirinya menunggu pujaanya untuk mengatakan kepadanya bahwa dirinya mencintainya,, Walaupun rasa tersebut membuatnya seperti tidak ada di Dunia ini (Meninggal) "I Have Died Everyday Waiting For You, Darling Don't Be Afraid I Have Loved You" (Setiap Hari Aku (Seperti) Telah Meninggal Untuk Menunggu Kamu, Sayang, Jangan Takut Aku Telah Mencintaimu),, Hal ini pun diungkapkan, bahwa dirinya akan mencintainya selama seribu tahun "For Thousand Years, I'll Love You For A Thousand Years More" (Selama Seribu Tahun, Aku Akan Mencintaimu Selama Seribu (Tahun) Lagi)
         Hari-Hari pun tetap berjalan dan waktu tetap berputar, Namun,  dirinya tidak dapat mencintai orang lain, karena kecantikan dan keindahan hanya terdapat pada pujaan hatinya "Time Stand Still, Beauty In All She Is" (Waktu Masih Berdiri, Kecantikan Ada Semuanya di dirinya),,Karena itu, dirinya akan berani mengungkapkanya dan tidak akan membiarkan Apapun merebutnya "I Will Brave, I Will Not Let Anything Take Away" (Aku Akan Berani, Aku Tidak Akan Membiarkan Apa pun Mengambil)
     Karena, Apapun yang berdiri di depanya tidak akan mampu mematahkan semangatnya, Setiap Nafas dan setiap waktu yang telah berputar akan diperjuangkan untuk membuat kekasihnya menjadi lebih dekat dan mampu mencintainya "What Standing In Front Of Me, Every Breath, Every Hour Has Come To This, One Step Closer" (Apa Yang Berdiri Di Depanku, Setiap Nafas, Setiap Jam Telah Datang Ke Sini, Satu Langkah Lebih Dekat)
        Karena, selama dirinya percaya akan menemukan pujaanya, pastilah hal itu akan terjadi,, Karena, waktu telah membawa hatinya kepada kekasihnya "And All Along I Believed I Would Find You, Time Has Brought Your Heart To Me" (Dan Selama Aku Percaya Aku Akan Menemukanmu, Waktu Telah Membawa Hatiku Kepadamu),, Hal ini, karena dirinya telah mencintai pujaanya selama seribu tahun dan tidak masalah untuk mencintainya seribu tahun lagi "I Have Loved You For A Thousand Years, I'll Love You For A Thousand Years More" (Aku Telah Mencintaimu Selama Seribu Tahun, Aku Akan Mencintaimu Selama Seribu (Tahun) Lagi)

        Yap, setelah membaca cerita ini pastinya teman-teman mengerti, apa yang dimaksud lagu tersebut,, Nah yang menjadi pertanyaan, apakah teman-teman mampu menunggu seseorang selama seribu tahun? yah, buat gua sih udah biasa haha
          Namun yang lebih penting adalah bagaimana teman-teman mampu mencintai nya dan tidak pernah ragu atas perasaan yang ada didalam hati,, yaa, seperti sebuah filsafat yang menerangkan tentang cinta "If Loving You Is Wrong, I Don't Wanna Be The Right" atau dalam bahasa Indonesianya "Jika Mencintaimu Adalah Sebuah Kesalahan, Saya Tidak Ingin Menjadi Benar",, yaa, Cinta memang tidak pernah salah, namun cara kita melakukan cinta dan memberikannya lah kadang yang tidak sesuai (Tua dah hehe)

NB: kalau teman-teman mau nonton atau dengerin lagu a thousand years, bisa kok diakses di youtube,, gua kasih link nya deh

Ok, Thanks atas kunjunganya
ditunggu kritik atau saranya :)






READ MORE

Korupsi Bukan Budaya Kami

Posted by Rizky kusumo On 0 komentar

       

                                 
                            ''Jangan hancurkan Bangsa ini dari Korupsi Budaya''


korupsi sepertinya sudah menjalar dan semakin subur di negara ini. apalagi kasus korupsi tersebut sangat sulit dibrantas oleh para penegak hukum dan bisa dibilang hanya diabaikan tanpa adanya tindakan. banyak yang bilang, korupsi merupakan budaya masyarakat indonesia karena begitu mengakarnya praktek kotor tersebut. tetapi, budaya yang merupakan hal yang dibentuk oleh masyarakat dan memiliki keindahan, karakteristik , dan menjadi ikon bagi eksistensi bangsa tersebut tidak bisa disamakan dengan praktek korupsi. 
      Korupsi yang secara harfiah merupakan, kebusukan,  menggoyahkan, memutarbalik, dan menyogok tidaklah bisa disamakan dengan pengertian budaya yang berwajah keindahaan. Hal lain yang membedakan korupsi dengan budaya adalah korupsi tidaklah mengakar hingga ke masyarakat kecil seperti para petani kecil, warga-warga di pegunungan terpencil, ataupun nelayan-nelayan. Korupsi bisa dilihat seperti  penyakit rawan yang menyerang para penguasa. Bagaikan, seorang manusia yang bila kehujanan bisa saja terkena penyakit, katakanlah, penyakit panas, influenza, dll. Jadi, korupsi yang merupakan penyakit, sangat rawan menyerang para penguasa di negara ini maupun di negara-negara lainya. Hal ini, membuat korupsi tidaklah bisa dikatakan karakteristik alamiah bangsa ini.
         Namun, banyak masyarakat yang menyangka budaya korupsi merupakan hasil pendidikan bangsa-bangsa kolonial selama 350 tahun menjajah Indonesia. Terlalu lamanya bangsa kolonial menjajah indonesia disebut-sebut meninggalkan benih-benih korup pada masyarakat indonesia. Sebut saja VOC yang merupakan salah satu perusahaan dagang terbesar di dunia saat itu, tiba-tiba hancur karena korupsi. hal ini ditambah kehancuran kerajaan-kerajaan besar di Indonesia  katakanlah, kerajaan Majapahit, Sriwijaya, dan Mataram. Kerajaan besar itu hancur karena tidak adanya penerus dan perang saudara, ditambah kelakuan para bangsawan tersebut yang ingin memperkaya diri. Tetapi, kelakuan para bangsawan kerajaan di Indonesia sebenarnya hampir sama dengan kelakuan para bangsawan di luar negeri saat itu. 

       Pada zaman kerajaan Mesir kuno para pendeta memeras rakyatnya dengan dalih untuk memberikan sesaji kepada Dewa. Pada zaman Romawi, perilaku korupsi, hedonis dan pembunuhan politik tampak jadi hal biasa. Bahkan, seseorang dengan mudah membunuh sahabat karibnya sendiri, seperti dilakukan oleh Brutus terhadap Julius Caesar, demi mengejar kekuasaan dan kehidupan yang hedonis. Dan hal yang sama, sebelumnya dilakukan oleh Julius Caesar terhadap Antonius yang merupakan sahabatnya sendiri. Sedangkan pada zaman kerajaan Prancis, Raja dengan seenaknya melakukan jual beli surat pengampunan dosa dan masyarakat yang tidak mampu membayarnya akan dimasukan ke dalam penjara. Hal ini yang membuat korupsi menjadi sangat angkrab dengan para bangsawan di Nusantara maupun luar negeri.
               
        Pada zaman itu, kekuasaan kerajaan yang tidak terkendali layaknya di kerajaan Inggris bersama magna cartanya,  membuat praktek-praktek korupsi oleh para bangsawan tidak bisa dikendalikan oleh hukum. Hal ini tentu sangat berbeda dengan yang terjadi di kerajaan Inggris yang sudah membatasi kekuasaan kerajaan dan membenihkan demokrasi (Magna Carta). Hal ini, baru dimulai dibeberapa negara eropa setelah terjadinya revolusi, katakanlah, revolusi prancis, dan revolusi bolshevik di Rusia. Tetapi, revolusi di Indonesia untuk merubah sistem monarki (Kerajaan) tidak pernah terjadi karena terlanjur dijajah oleh bangsa kolonial. Parahnya, sistem-sistem monarki masih berlaku dan dipelihara oleh para kolonialisme. Hal ini membuat sifat-sifat para penguasa di Indonesia masih tertanam benih-benih kerajaan yang sangat semena-mena terhadap rakyat, hanya mementingkan keluarga (Nepotisme), dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan. Nampaknya, hal ini yang menjangkiti para penguasa di Indonesia karena mereka tidak bisa melepas sifat-sifat kerajaan tempo dulu sehingga korupsi menjadi hal lumrah dilakukan.
                
          Banyak hal yang sudah dilakukan pemerintah untuk menghilangkan praktek korupsi di negara ini. katakanlah, membuat KPK (Komisi Pemberantas Korupsi), pengawasan pajak yang ketat, dan masih banyak lagi. Tetapi, praktek korupsi sepertinya tidaklah bisa dihilangkan, mungkin hingga nabi Isa turun ke bumi. Karena, masih longgarnya sistem yang memungkinkan para penguasa mengambil keuntungan apalagi sifat alamiah manusia yaitu egois, kadang melunturkan nilai-nilai nurani. Hal ini tentu harus diatasi selain memperketat peraturan hukum, dan memperberat hukuman bagi para koruptor. Pemerintah seharusnya melakukan pencegahan agar praktek korupsi tidak semakin mewabah di Indonesia. 

             Selama ini, pemerintah hanya melakukan tindakan setelah para pelaku tersebut tertangkap, katakanlah kasus korupsi Gayus tambunan, yang membuat pemerintah melakukan pengetatan peraturan pajak. Padahal permasalahan di kantor perpajakan sudah menjadi rahasia umum di masyarakat. Sikap pemerintah ini bisa kita analogikan, misalnya seseorang yang terkena penyakit, katakanlah, penyakit maag, atau influenza, padahal datangnya penyakit tersebut bisa dicegah dengan minum obat, misalnya, obat maag, atau obat flu. Banyak tindakan yang bisa dilakukan pemerintah untuk meminimalisir tindakan korupsi, seperti, memperbaiki tata cara pendidikan nasional, mengatur sistem pemerintahan tanpa kolusi ataupun nepotisme, dan melakukan seminar-seminar anti korupsi di sekolah dasar, menengah, ataupun atas, dan masih banyak lagi. Tentunya ini pekerjaan yang tidak mudah, butuh kesabaran, dan juga ketegasan. Tetapi, pemerintah harus melakukannya karena ibarat penyakit, bila tidak dicegah dan diobati akan terus menjalar ke seluruh tubuh bahkan akan menular. Korupsi pun sama, jika tidak dicegah dan dihukum akan terus menjangkiti para penguasa dan memberi dampak menghancurkan sifat alamiah budaya Indonesia yang berwajah keindahaan.
READ MORE