legenda anak hijau dari inggris

Posted by Rizky kusumo On Selasa, 15 November 2011 0 komentar

   Desa Woolpit merupakan sebuah daerah di Suffolk, Anglia Timur, sekitar 7 mil (11 km) timur kota Bury St Edmunds. Selama Abad Pertengahan desa itu menjadi terkenal berkat Biara Bury St Edmunds, dan merupakan salah satu bagian daerah paling padat penduduknya di pedesaan Inggris.  Suatu hari pada saat panen, menurut William dari Newburgh yang hidup selama pemerintahan Raja Stephen (1135-1154), para penduduk desa Woolpit menemukan dua anak yang merupakan kakak beradik, di samping sebuah lubang serigala yang memberikan julukan pada desa tersebut. Mereka berkulit hijau dan berbicara dengan bahasa yang tidak dikenal, serta mengenakan pakaian yang sangat asing. Ralph melaporkan bahwa anak-anak tersebut dibawa ke rumah Richard de Calne. Ralph dan William sependapat bahwa kakak beradik itu menolak semua makanan yang diberikan kepada mereka oleh orang-orang desa selama beberapa hari, sampai akhirnya mereka menemukan beberapa kacang hijau yang kemudian dikonsumsi dengan baik yang membuat mereka bersemangat.Lantas mereka menyesuaikan diri secara bertahap dengan makanan normal dan dalam waktu yang tidak lama mereka kehilangan warna hijau di kulit mereka Kemudian salah satu anak yang lebih muda dari pasangan saudara itu menjadi sakit dan akhirnya meninggal tidak lama setelah mereka berdua dibaptis.Setelah satu anak yang tersisa berhasil mempelajari bahasa Inggris (Ralph mengatakan bahwa hanya anak perempuan dari pasangan saudara itu yang masih hidup), ia menjelaskan bahwa mereka berasal dari sebuah daerah yang tidak pernah disinari Matahari, melainkan cahaya seperti senja. William mengatakan anak-anak menyebut daerah mereka sebagai Taman St. Martin; Ralph menambahkan bahwa segala sesuatu yang ada di sana umumnya berwarna hijau. Menurut William, anak-anak tersebut tidak mampu menjelaskan kedatangan mereka di Woolpit. Mereka sedang menggembalakan ternak ayah mereka ketika mereka mendengar sebuah suara keras (menurut William, bel dari Bury St Edmunds, dan tiba-tiba mereka berada dalam 2 buah lubang serigala tempat mereka ditemukan. Ralph mengatakan bahwa mereka secara tiba-tiba menghilang ketika mereka mengikuti ternak mereka menuju sebuah gua, dan setelah dibimbing oleh sebuah suara lonceng misterius, akhirnya mereka muncul di negeri Inggris.Masih menurut Ralph, akhirnya gadis itu dipekerjakan sebagai pelayan di rumah Richard de Calne selama bertahun-tahun, di sana ia dianggap sebagai “anak nakal dan sangat kurang ajar”. Dia menikah dengan seorang pria dari King’s Lynn, sekitar 40 mil (64 km) dari Woolpit, di mana Ralph mengatakan ia masih hidup tak lama sebelum Ralph menulis kisahnya. Berdasarkan pada penelitian ke dalam sejarah keluarga Richard de Calne, astronom dan penulis Duncan Lunan telah menyimpulkan bahwa gadis itu diberi nama “Agnes”, dan ia menikah dengan seorang pejabat kerajaan bernama Richard Barre.
Penjelasan historis
Banyak imigran Flemish yang tiba di Inggris Timur pada abad ke-12, dan mereka disiksa setelah Henry II menjadi raja pada tahun 1154; banyak dari mereka dibantai di dekat Bury St Edmunds pada 1173. Paul Harris berpendapat bahwa orang tua anak-anak hijau adalah orang Flemish yang tewas pada masa kerusuhan dan anak-anak itu kemungkinan datang dari desa Fornham St Martin, sebelah utara Bury St Edmunds, tempat adanya pemukiman pembuatan pakaian Flemish saat itu. Mereka barangkali kabur dan pada akhirnya mengembara ke Woolpit. Tak tahu arah, dan berpakaian dengan pakaian Flemish yang asing, anak-anak itu mungkin menjadi tontonan aneh bagi penduduk desa Woolpit. Warna kulit anak-anak itu dapat dijelaskan oleh penyakit hijau, yang terjadi akibat kekurangan makanan. Brian Haughton beranggapan bahwa penjelasan Harris masuk akal, dan salah satu yang paling banyak diterima, meskipun bukannya tanpa celah. Misalnya, Brian berpendapat bahwa orang terdidik seperti Richard de Calne tidak mungkin tak mengenali bahasa yang dituturkan oleh anak-anak Flemish.
Sejarawan Derek Brewer memberikan penjelasan yang lebih menjemukkan:
Kemungkinan inti dari masalah ini adalah bahwa anak-anak yang sangat kecil ini, menggembala atau mengikuti ternak, tersesat dari hutan desa mereka, sedikit bicara, dan (dalam istilah modern) tidak tahu alamat rumah mereka sendiri. Mereka mungkin menderita klorosis, penyakit kekurangan makanan yang membuat kulit menjadi berwarna kehijauan, karena itulah disebut “penyakit hijau” Dengan diet yang baik penyakit itu menghilang.
sumber : wikipedia

0 komentar:

Posting Komentar