Tulisan Perpisahan Kepada OASE Padang Pasir....

Posted by Rizky kusumo On Kamis, 31 Juli 2014 0 komentar
              
                       Kehidupan anak muda memang seperti itu.... Berjalan dalam padang pasir yang begitu luas tapi gersang. Hal-hal yang disekelilingnya hanyalah pasir, berjuta-juta tulang belulang mahluk hidup, bahkan sinaran matahari yang begitu pekat tanpa pelindung. Tapi kita seperti tidak bisa menolaknya... Memilih suatu tujuan sebagai akhir dari perjalanan, tapi sebegitu kita paham nanti sebegitu luasnya gurun berpasir itu... Akhir dari tujuan tidak pernah akan kita ketahui. 

                   Kadang bahkan sering sekali dalam kepemahaman itu.... Kita sebegitu sudah lelah, logistik sudah habis, terik matahari sudah mencekat. Entah mengapa kita mulai bersebrangan dari tujuan. Mencari tempat sejuk? Entahlah mungkin berharap Tuhan langsung mengistirahatkan kita saja? Tapi begitu sayangnya Tuhan kepada kita, kalau sadar dia malah memberikan kita permainan baru supaya waktu kita tidak sia-sia. Kemudian dalam padang pasir itulah kita temukan OASE yaa (CINTA?)

            Seperti manusia yang sudah begitu lama berjalan. Begitu keringnya kerongkongan dengan dahaganya... Begitu kita berkeinginan untuk merasakannya seteguk demi seteguk bahkan kadang lupa menyimpanya untuk perjalanan selanjutnya. Tapi sebegitu kita mulai nikmati... Entah mengapa kita mulai tidak mau berjalan kembali... Berharap menua kemudian istirahat dengan tenang dalam OASE itu. Walau kita sekilas sadar itu hanyalah persinggahan sementara, lalu kita harus pergi dengan membawa kerinduan tentang tempat itu.

                   Kemudian kita akan melihat sebagian dari kita bahkan lebih menolak akan Takdir itu.... Berharap menua bersama OASE. Bahkan kita menjadi salah satu pengharap paling agung walau sebenarnya itu hanyalah manifestasi dari Ketakutan. Tapi seperti pepatah Jerman,"Setiap permulaan itu sulit," karena kalau kita pun sadar kita tidak perlu menolak hal itu. Kalau pun kita sadar kebanyakan mereka yang mengatakan inilah Takdir adalah mereka-mereka yang menyerah. Karena kalau kita sadar kalaupun itu memang Takdir, tidaklah perlu takut karena Bumi berbentuk bulat... pada masanya kita pasti akan kembali meneguk dahaga kerinduaan itu dalam bentuknya yang sama atau berbeda.

                  Karena Cinta hanyalah OASE padang pasir yang kita gunakan untuk melepas dahaga dalam perjalanan... Tapi karena begitu indahnya dan sejuknya tempat itu hal itulah yang kadang membuat kita lupa... Bisa jadi Cinta hanyalah Fatamorgana yang memabukkan padahal tidak pernah ada. Tapi ada ataupun tidaknya... menjadi kenangan indah atau menyakitkan dalam perjalanan hidup yang tanpa ujung itu... Ingatlah tidaklah pernah Tuhan menciptakan sesuatu dengan sia-sia, kemudian kerinduaan akan hal itulah yang akan membuat kita ingat.

            "Kita memang butuh kesadaran untuk menentukan pilihan dan keputusan tapi hanya butuh keberanian untuk Mencintai sesuatu..."
 untuk sang OASE padang pasir terima kasih telah menemani istirahat selama ini...  
          Best Regards dari sang Petualang.

                  
READ MORE

Selamat Pagi Dunia....

Posted by Rizky kusumo On Jumat, 25 Juli 2014 1 komentar
Selamat Pagi Dunia


                           Teruntuk kata itu hari ini mungkin begitu spesial bagi sesorang? Bisa begitu tidak berartinya bagi orang lain? Bisa begitu terlewati dengan cepat seperti hari-hari lain? Tapi sebegitu saya pahami hari ini, pasti ada seseorang yang begitu mensyukuri datangnya hari ini. Pasti ada secarik senyum mendengar rengek tangis lahirnya bidadari kecil saat hari itu. Ohh, kalau saja 19 tahun yang lalu saya berada di tempat itu tepat hari ini. Pastilah tidak ada kata walau tak bisa terlalu sentimentil, walau tak bisa terlalu melankolis selain hanya senyuman. 

                           Kemudian hari terus berlalu terus berjalan, kemudian hari-hari itu akan meresap menjadi satu makna Sejarah. Apakah kau sudah bosen dengan kata itu? Kuharap tidak. Itulah kata syukur yang saya panjatkan, karena tanpa Sejarah tidak ada pengetahuaan tentang hari indah 19 tahun lalu. Karena tanpa sejarah, rasa Cinta, rasa Sakit Hati, rasa Pengkhianatan, rasa Bahagia yang pernah kita alami hanya mengambang-ambang seperti buih di lautan. Beruntunglah saya karena bisa melihat semua itu dari rasa syukur seorang manusia, dari gadis kecil yang terus berumbuh menjadi seorang wanita. 

                        Berkat rasa syukur, karena itulah semua rasa-rasa itu bertransformasi menjadi alasan kebahagian. Teruntuk itu kau lah yang lebih paling paham? Bukankah itu yang sering kau utarakan ke semua orang? Ohh, tidak-tidak semuanya lebih dari itu. Semunya yang terjadi dalam sekelilingmu tidak hanya berada dalam kata-kata. Seperti panas Matahari, kita pun bisa merasakan hal itu tidak semu, tidak fana. Kesadaran adalah Matahari dan Keberanian menjadi Cakrawala seperti kata Rendra, entahlah? Yang kuharap kau tidak bosen dengan hal-hal seperti itu.

                      Apakah kau pernah bosan dengan perjalanan hidup mu? Ahh, pertanyaannya kadang terlalu klasik,, mungkin karena kebiasaan menjadi wartawan. Tapi saat kau merasakan dirimu mulai bosan atau saat kau merasa matter werden, ingatlah hari ini atau hari-hari spesial lain bagimu. Karena hari-hari itulah tempat kau mengukir segala hal yang pernah kau alami, saat kau membuka kenangan itu seperti album dengan tersenyum dan melihat bahwa segala hal yang menyedihkan terlewat tanpa kau sadari.

                       Hidup memang selalu seperti itu, bisa saja karena kita tinggal bersama Bumi entahlah? Tapi Bumi seperti menjentawahkan seluruh siklus hidupnya kepada Manusia. Ada musim Hujan, Gugur, Semi tidak hanya musim Panas. Tapi bukankah itu menarik, bayangkan kalau selama kita hidup hanya menikmati musim Panas. Kadang pun kita ingin merasakan sejuknya musim Hujan, lalu damainya musim Gugur, kemudian rimbunya musim Semi. Mungkin kau ingin membagikan kepada kita?

                        Sudahlah.... ini adalah hari yang baik buat kita semua, pagi yang indah saat Tuhan masih memberikan kesempatak kita untuk melanjutkan petualangan. Dengan teman-teman mu, keluargamu, atau siapapun itu. Mungkin tulisan ini atau hadiah nanti bukanlah dari orang yang kau harapkan. Tapi untunglah Tuhan tidak memilih orang yang berdoa untuk kebaikan dan kesehatan sesorang. Karena itulah kita berdoa kepadanya setiap detik, hari maupun tahun bagi orang yang kita cintai. Best Regards.....

READ MORE

Wahai.... Presiden Kami Yang Baru.

Posted by Rizky kusumo On Rabu, 23 Juli 2014 0 komentar
 
             Tuhan merupakan pencipta dongeng, bahkan dia adalah penyuka dari kisah-kisah sebelum tidur itu, tapi kisah yang tercipta "olehnya" kadang tidak dipahami oleh manusia, Karena boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu.

Prolog nya mungkin seperti itu, tersambung atau tidak dengan tulisan ini? Entahlah. Toh, tulisan ini cuma untuk konsumsi orang-orang awam, tak perlu berbelit-belit, Kita mulai saja.

            Click : Selamat Kepada Bapak Presiden dan Wakil Presiden baru NKRI (2014-2019) -  Presiden yang terpilih dengan Demokratis - Presiden "nya" Wong Cilik - Indonesia akan menjadi lebih baik - Salam Perubahan 

Okehhh... Ehh

         Repeat : Bagaimana dengan utang-utang dan perjanjian yang menggerus Sumber Daya kita? Bagaimana dengan biaya mahal pendidikan dan kesehatan? Ada KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dalam birokrasi. Bagaimana investor asing bisa hilir mudik tanpa tarif? Peran bangsa ini melindungi perdamaian dunia?

Hehehe...Mulai lagi

   Playback : Sesuai amanat UUD 1945, Memajukan kesejahteraan umum,, Mencerdaskan kehidupan bangsa, Melaksanaakan ketertiban dunia, Perekonomian haruslah disusun bersama berdasar asas kekeluargaan, Bumi dan air serta kekayaan alam lainya yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, Lalu fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. 

                 *) Catatan penting :  tidak ada lagi orang dibawah garis kemiskinan, tidak ada lagi biaya sekolah atau pendidikan mahal apalagi tidak mencerdaskan, Melakukan reaksi keras kepada siapapun negara yang mengancam ketertiban dunia, SIAPAPUN. Mengevaluasi sistem ekonomi kita saat ini. Berarti kekayaan alam yang tersebut harus di-Nasionali-sasi untuk kemakuran rakyat, Jangan sampai generasi penerus bangsa berteduh di kolong-kolong jembatan atau gerobak-gerobak. 


            Sambil berjalan yaa bapak Presiden dan Wakil Presiden kita yang baru, Kalian bukan Manusia Setengah Dewa Kan? Kita kawal bersama-sama.... MERDEKA 100%

DONE...
READ MORE

Arti Lagu Coldplay - Gravity

Posted by Rizky kusumo On Rabu, 16 Juli 2014 11 komentar
           



                 Sebuah makna akan berarti begitu dalam saat hal itu tersentuh pengalaman yang terjadi dalam hidup. Makna nya klasik, romantis, dramatis menjadi takaran kita menikmati hal-hal tersebut sesuai momentnya. Salah satunya terdapat dalam lagu, lalu salah satu band yang hampir lengkap memiliki itu semua adalah Coldplay.
               
                Band asal Inggris ini memang ahli dalam pemaknaan sebuah lirik, ciri khas band-band asal Inggris. Salah satu lagunya yaitu Gravity yang berasal dari single "talk". Saat kita mendengarnya memang tidaklah berbeda seperti lagu-lagu Coldplay lainya. Walau saat mendengar akan terkesan datar tapi memiliki sejuta makna yang dalam.

                Kalau begitu daripada berlama-lama mendengar mukadimmah dari Rizky Kusumo ini, lebih baik kita langsung memulai Thread yang membahas lagu ini. Tentulah ini hanya pendapat saya semata karena yang tahu makna aslinya tentu sang empunya lagu. Okeh, langsung kita ke TKP

GRAVITY - COLDPLAY



               Lagu ini menceritakan tentang seseorang dengan rasa cintanya "Baby, it's been long time coming, such a long, long time" (Sayang, ini sudah lama datang, sudah sangat lama),, Karena itulah dia ingin kekasih hatinya merasakan hal itu,"And i can't stop runinng, such a long, long time, can you hear my heart beating?" (Dan saya tidak bisa berhenti, seperti sangat lama, bisakah kau mendengar jantungku berdegup?)
               
              Dia tidak tahu cara untuk memberitahukanya, tapi dia pun tidak mau menghentikan perasaan itu,"Can you hear that sound? Cause i can't help thinking,  and i won't stop now" (Bisakah kau dengar suaranya? Karena ku tidak bisa membantu berfikir dan saya tidak mau berhenti sekarang)

           Tapi saat itu dia melihat alam dan mengetahui cara Tuhan untuk mengatur kehidupan manusia terutama cinta,"And then i look up at the sun, and i could see, Oh the way that gravity pulls on you and me"(Dan kemudian aku liat matahari, dan aku bisa melihat, Oh cara gravitasi menarikmu dan diriku)

                Walaupun begitu kinerja Alam pasti membuat seseorang yang datang pada suatu saat akan pergi, dan dia menyadari itu,"And then i look up at the sky, and saw the sun, and the way that gravity phuses on everyone, on eveyone" (Dan kemudian kulihat langit, dan ku lihat matahari, dan cara gravitasi memisahkan semua orang, semua orang)

               Itulah memang kinerja Alam, dia berharap kekasihnya atau siapapun itu akan tetap bertahan menjalaninya, walau dalam kedaan sulit, "Baby, when your wheels stop running, and you feel let down, and i it seems like trouble, have come all around" (Sayang, saat rodamu berhenti berputar, dan kau merasa hancur, dan ini tampak seperti masalah, datang bertubi-tubi)

                   Karena dia akan mengetahui saat keadaan itu datang, dan dia tidak akan pergi kemana-mana atau berhenti untuk mencintainya,"I can hear your heart beating, i can hear your sound, but i can't help thinking, and i won't look now" (Saya bisa mendengar jantungmu berdegup, aku bisa mendengar suara itu, namun aku tak bisa membantu berfikir, dan saya tidak ingin berhenti)

                Hal itulah yang sebenarnya sering kita alami dalam hidup ini, masalah, kebahagian, senang, sedih datang dan pergi. Mungkin itulah yang sering kita sadari. Tapi pertanyaannya, apakah kita pernah sadar saat ada orang yang mencintai kita? Jangan sampai saat gravitasi memisahkan barulah kita menyadari hal itu. And the way that gravity phuses on everyone.

                     Okeh, itulah hasil resensi lagu Gravity - Coldplay tentulah makna nya hanya teman-teman yang bisa memahami. Saya hanya mencoba menjadi jembatan saja plus memenuhi pesenan heheh. Terima kasih sudah mampir-mampir ke blog ini.

NB: kalau teman-teman mau nonton atau dengerin lagu Fix You, bisa kok diakses di youtube,, gua kasih link nya deh



Di tunggu kritik dan saran nya







                       

               

             
           
READ MORE

Sejarah Palestina Cuma Satu : Maukah Kita Merubahnya?

Posted by Rizky kusumo On Rabu, 09 Juli 2014 0 komentar
                (09/07)  Perang? Darah? Pemberontakan? Pembantaian? Perebutan kekuasaan? itulah sejarah negara yang tercatat berdiri pada tahun 1988, Palestina. Ironi sejarah kah?

                  Tapi Palestina tidaklah sesederhana itu, semua ironi sejarah itulah yang membentuk "negara?" tersebut dari zaman batu hingga kuda besi (kalau kata kaum evolusionis). Kalau kata kaum evolusionis bisa jadi itu bukan ironi sejarah, toh itu adalah kebutuhan, seperti makan, tempat tinggal, dll, manusia lah yang membuat sejarah atau tersingkirkan. Naifkah? 

                   Pertanyaan nya? kenapa hal-hal itu tidak terjadi pada negara-negara disekitar Palestina, Yordania misal atau Mesir? Itulah logika dasar saya, toh Yordania memiliki minyak berlimpah atau Mesir yang dalam literatur-literatur kuno pun sudah terbrand sebagai bangsa berperadaban maju. Lalu kenapa Palestina? 
                  
                    Lalu kenapa Palestina? Lalu kenapa Palestina? Kenapa negara ini selalu menjadi "medan perang" dari zaman Yosua bin Nun (yg tercatat), Babilonia, Romawi, pemberontakan Yahudi, Perang Salib hingga Israel sekarang. Masyarakat yang katanya kaum evolusionis subjek dari pembuat sejarah, setiap detik  menjadi korban.

                     Berbicara tentang Palestina berarti kita bicara tentang land atau daratan atau tanah. Inilah yang menjadi teori kaum evolusionis tentang pendudukan wilayah. Tapi Palestina bukanlah tanah biasa, seperti Mesir, Yordania, bahkan Amerika Serikat sekalipun. Ladang perebutan "tanah yang dijanjikan" menurut versi masing-masing. Saya sendiri tidak mau bergerak ke ranah situ (agama) terlebih dahulu, karena nantinya seperti kata masyarakat sangat "sensitif". 

                     Tapi, memang kita tidak bisa melepas motif tanah tersebut dari alasan keadaan yang terjadi pada Palestina. Dulu Yosua bin Nun yang mendapat tongkat estafet kepemimpinan dari Moses (Nabi Musa A.S) untuk membawa umat Israel pun melakukan 'tragedi' sejarah dengan membunuh warga asli Palestina (zaman itu) di kota Jericho. Kemudian rentetan-rentetan tragedi sejarah pun menjadi sebuah gelombang ada pasang ada surut.

                     Saya sendiri tidak mau berpanjang lebar menceritakan tragedi sejarah itu, toh ada beberapa faktor terutama karena saya bukan lulusan fakultas sejarah (nanti terlihat sok tau), kemudian walaupun saya tidak menjelaskan pun kita dapat mencarinya lewat google atau literatur. Lalu yang terakhir toh tidak ada mamfaatnya kalau kita tidak mau merekonstruksi dan mengambil pelajaran dari sejarah.

                     Ahh, saya terlalu kritis tentang hal itu (mudah-mudah-an saja tidak ke arah destruktif), skeptiskah kalau kita berharap masyarakat Palestina bisa beribadah ke Tembok Ratapan? Masjid Al-Aqsa atau Doom Of Rock? atau Gereja Kebangkitan dengan tenang. Ilusikah kalau kita berharap anak-anak kecil Palestina ataupun Israel bersama-sama bermain di pesisir Gaza.

                   Ya, ironik sekali toh anak-anak kecil itu belum pasti paham keadaan di mata kepala mereka, di teras rumah mereka, di altar-altar sekolah mereka. Tapi roket, bom, pasukan bersenjata yang mengajari bahwa mereka harus hidup dalam suasana tragis setiap saat. Itulah ironi sejarah, merekalah objek sejarah yang tidak pernah tahu mengapa dan kenapa? Negara yang mereka tempati dari nenek moyang hingga bayi-bayi kecil lahir, belum ada tanda udara perdamaian.

                  Hingga Al-Masih datang kah? Ahh, hal ini pun menjadi motif untuk melegalkan serangan-serangan itu. Lalu apakah Al-Masih akan rela umat manusia harus saling membunuh untuk "prasyarat" kedatanganya? Entahlah itu berada dalam tataran gaib, kalau pun berdebat dengan ilmu yang terbatas sama halnya menghela kain sarung,, tak ada habisnya. Toh lagi-lagi tidak semua masyarakat Palestina akan paham dan memaklumi ini.

                     Lagi-lagi masalah agama kah? Ahh, kadang kita terlalu menyederhanakan masalah, saat buntu agama jadi solusi pragmatis atau dibilang biang permasalahan. Padahal agama pun sudah terdistorsi maknanya semakin dalam. Butuh lebih dari pemikiran kritis untuk menyadari bahwa rahmatan agama adalah untuk semua umat manusia. Karena itulah tidaklah patut kita menaruh agama dalam pusaran ego peperangan yang terjadi saat ini, sangat tidak layak.

                    Apakah kita setidaknya mau belajar dari para pembawa risalah agama besar itu? Moses (Musa. A.S), Yesus (Isa. A.S), dan Muhammad S.A.W. Apakah mereka saat mengajarkan agamnya melakukan tuntutan terhadap tanah yang dijanjikan? Menuntut pengusaan wilayah dengan kekerasaan? Bukankah yang mereka perjuangan adalah harkat martabat manusia, Musa bagi umat Israel di Mesir, Isa bagi umat Yahudi di Palestina, lalu Muhamaad bagi umat Islam di Arab. Tidaklah ini menjadi pelajaran untuk menciptakan perdamaian secara universal. 

                      Sekarang kita bertanya tentang PBB? Mungkin bagi kita sudah mafhum belaka kenapa organisasi bangsa-bangsa ini tak berkutik melawan ketidakadilan di Palestina. Mereka kadang lebih galak menangani pemberontak "primitif" di Sudan ataupun di Somalia. Yah, sudah mafhum kita dengan itu semua. Atau lebih nyaring mengumandangkan declaration Of Human Right jauh lebih kencang saat mengkampanyekan Demokrasi ke negara-negara otoriter. Ya, lagi-lagi sudah mafhum belaka.

                       Kalau begitu kita harus menggugat, mana pasal 1 dari declaration yaitu hak hidup bagi masyarakat Palestina? bukankah seorang anak petani Palestina akan dijamin hidupnya sama seperti anak pangeran William? anak nelayan Palestina dijamin hidupnya sama seperti anak presiden Amerika Serikat? Bukakah itu yang tertera dalam deklarasi itu? Kalau logika saya tidak sesuai bolehlah kita bersama-sama mengurainya.

                      Ya itulah yang terjadi dalam dunia hidup warga Palestina terutama Gaza, apa asal mula dari konflik ini? apa motif dari konflik ini? apa kepentingan dari konflik ini? Bagi kita biarlah itu berada dalam tataran masyarakat, terlalu akademis bagi kita untuk mengurai konlik tapi tidaklah pernah selesai mengatasinya. Rakyat Palestina dan masyarakat dunia lainya sekarang membutuhkan ketegasaan dari pemimpin dunia untuk mengecam kekejaman atas nama apapaun. Lalu, mimpi-mimpi semua anak dunia akan semakin bersemi, tidak lagi berurusan dengan tragedi sejarah. Bismillah.
                  
READ MORE