Kadang Kita Hanya Harus Memulainya.

Posted by Rizky kusumo On Sabtu, 02 Agustus 2014 1 komentar

                         

                 Kita fikir kehidupan memang seperti ini, rangkian kata-kata yang mau kita susun satu persatu menjadi sebuah TULISAN... KALIMAT atau CERITA. Padahal mungkin kita masih sama saja seperti bayi yang mendengar kata lalu membeo, "Mama...Papa." Begitulah kita mendengar sesuatu yang terasa asing kemudian mencoba memasukanya kedalam susunan puzzle kehidupan. Kebiasaan abadi yang tidak pernah berubah bukan??  Kadang itu lancar kadang malah muncul alarm "BLANK"


            Kau mungkin berfikir kehidupan seperti fiksi Novel... Ohh percayalah mungkin kau mau mempertimbangkanya lagi. Banyak manusia terlahir yang bahkan saat pergi tidak meninggalkan gading sama sekali. Seperti banyaknya buku-buku Novel yang terus bermunculan... bertebaran dalam toko buku tapi hanya beberapa yang menjadi Bestseller. Hanya beberapa kisah yang berhasil menyentuh pikiran bawah sadar kita. Walaupun itu bukan menjadi alasan kita untuk menghentikan kehidupan... Apalagi menyerah sebagai petualang-petualang. 

                     Setidaknya akan ku beri tahu salah satu Rahasia Tuhan,, Tuhan kadang melahirkan 2 tipe manusia yang satu adalah Orang-Orang Besar... Mereka yang terlahir untuk mengubah dunia, mereka-mereka yang hanya dengan kata mampu mempengaruhi dunia. Kemudian satu lagi adalah orang-orang biasa yang menjadi Besar saat mengambil kesempatan dalam kehidupan mereka. Tapi percayalah Manusia itu bukan terlihat darimana dia lahir... Namun, melalui tindakanya yang berani dalam hidup walaupun itu sederhana. 

                  Tapi Camkanlah Keberanian Itu Tidaklah Pernah Sederhana

                      Setiap Permulaan itu sulit.... Kadang kita hanya harus memulainya walau tidak semuanya berakhir dengan tanda TITIK, bisalah kita bertemu dengan tanda SERU lalu dalam persimpangan berikutnya bertemu dengan tanda TANYA atau KOMA... Bahkan pada suatu ketika ada massa semua itu terasa salah kemudian kita harus menghapusnya dan memulainya lagi dari awal. Tapi, ku berharap kau tidak berhenti untuk memulai dan janganlah memulai untuk berhenti. Karena, percayalah semuanya memang sulit sebelum menjadi mudah. 


                  Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi....
READ MORE

Tulisan Perpisahan Kepada OASE Padang Pasir....

Posted by Rizky kusumo On Kamis, 31 Juli 2014 0 komentar
              
                       Kehidupan anak muda memang seperti itu.... Berjalan dalam padang pasir yang begitu luas tapi gersang. Hal-hal yang disekelilingnya hanyalah pasir, berjuta-juta tulang belulang mahluk hidup, bahkan sinaran matahari yang begitu pekat tanpa pelindung. Tapi kita seperti tidak bisa menolaknya... Memilih suatu tujuan sebagai akhir dari perjalanan, tapi sebegitu kita paham nanti sebegitu luasnya gurun berpasir itu... Akhir dari tujuan tidak pernah akan kita ketahui. 

                   Kadang bahkan sering sekali dalam kepemahaman itu.... Kita sebegitu sudah lelah, logistik sudah habis, terik matahari sudah mencekat. Entah mengapa kita mulai bersebrangan dari tujuan. Mencari tempat sejuk? Entahlah mungkin berharap Tuhan langsung mengistirahatkan kita saja? Tapi begitu sayangnya Tuhan kepada kita, kalau sadar dia malah memberikan kita permainan baru supaya waktu kita tidak sia-sia. Kemudian dalam padang pasir itulah kita temukan OASE yaa (CINTA?)

            Seperti manusia yang sudah begitu lama berjalan. Begitu keringnya kerongkongan dengan dahaganya... Begitu kita berkeinginan untuk merasakannya seteguk demi seteguk bahkan kadang lupa menyimpanya untuk perjalanan selanjutnya. Tapi sebegitu kita mulai nikmati... Entah mengapa kita mulai tidak mau berjalan kembali... Berharap menua kemudian istirahat dengan tenang dalam OASE itu. Walau kita sekilas sadar itu hanyalah persinggahan sementara, lalu kita harus pergi dengan membawa kerinduan tentang tempat itu.

                   Kemudian kita akan melihat sebagian dari kita bahkan lebih menolak akan Takdir itu.... Berharap menua bersama OASE. Bahkan kita menjadi salah satu pengharap paling agung walau sebenarnya itu hanyalah manifestasi dari Ketakutan. Tapi seperti pepatah Jerman,"Setiap permulaan itu sulit," karena kalau kita pun sadar kita tidak perlu menolak hal itu. Kalau pun kita sadar kebanyakan mereka yang mengatakan inilah Takdir adalah mereka-mereka yang menyerah. Karena kalau kita sadar kalaupun itu memang Takdir, tidaklah perlu takut karena Bumi berbentuk bulat... pada masanya kita pasti akan kembali meneguk dahaga kerinduaan itu dalam bentuknya yang sama atau berbeda.

                  Karena Cinta hanyalah OASE padang pasir yang kita gunakan untuk melepas dahaga dalam perjalanan... Tapi karena begitu indahnya dan sejuknya tempat itu hal itulah yang kadang membuat kita lupa... Bisa jadi Cinta hanyalah Fatamorgana yang memabukkan padahal tidak pernah ada. Tapi ada ataupun tidaknya... menjadi kenangan indah atau menyakitkan dalam perjalanan hidup yang tanpa ujung itu... Ingatlah tidaklah pernah Tuhan menciptakan sesuatu dengan sia-sia, kemudian kerinduaan akan hal itulah yang akan membuat kita ingat.

            "Kita memang butuh kesadaran untuk menentukan pilihan dan keputusan tapi hanya butuh keberanian untuk Mencintai sesuatu..."
 untuk sang OASE padang pasir terima kasih telah menemani istirahat selama ini...  
          Best Regards dari sang Petualang.

                  
READ MORE

Selamat Pagi Dunia....

Posted by Rizky kusumo On Jumat, 25 Juli 2014 1 komentar
Selamat Pagi Dunia


                           Teruntuk kata itu hari ini mungkin begitu spesial bagi sesorang? Bisa begitu tidak berartinya bagi orang lain? Bisa begitu terlewati dengan cepat seperti hari-hari lain? Tapi sebegitu saya pahami hari ini, pasti ada seseorang yang begitu mensyukuri datangnya hari ini. Pasti ada secarik senyum mendengar rengek tangis lahirnya bidadari kecil saat hari itu. Ohh, kalau saja 19 tahun yang lalu saya berada di tempat itu tepat hari ini. Pastilah tidak ada kata walau tak bisa terlalu sentimentil, walau tak bisa terlalu melankolis selain hanya senyuman. 

                           Kemudian hari terus berlalu terus berjalan, kemudian hari-hari itu akan meresap menjadi satu makna Sejarah. Apakah kau sudah bosen dengan kata itu? Kuharap tidak. Itulah kata syukur yang saya panjatkan, karena tanpa Sejarah tidak ada pengetahuaan tentang hari indah 19 tahun lalu. Karena tanpa sejarah, rasa Cinta, rasa Sakit Hati, rasa Pengkhianatan, rasa Bahagia yang pernah kita alami hanya mengambang-ambang seperti buih di lautan. Beruntunglah saya karena bisa melihat semua itu dari rasa syukur seorang manusia, dari gadis kecil yang terus berumbuh menjadi seorang wanita. 

                        Berkat rasa syukur, karena itulah semua rasa-rasa itu bertransformasi menjadi alasan kebahagian. Teruntuk itu kau lah yang lebih paling paham? Bukankah itu yang sering kau utarakan ke semua orang? Ohh, tidak-tidak semuanya lebih dari itu. Semunya yang terjadi dalam sekelilingmu tidak hanya berada dalam kata-kata. Seperti panas Matahari, kita pun bisa merasakan hal itu tidak semu, tidak fana. Kesadaran adalah Matahari dan Keberanian menjadi Cakrawala seperti kata Rendra, entahlah? Yang kuharap kau tidak bosen dengan hal-hal seperti itu.

                      Apakah kau pernah bosan dengan perjalanan hidup mu? Ahh, pertanyaannya kadang terlalu klasik,, mungkin karena kebiasaan menjadi wartawan. Tapi saat kau merasakan dirimu mulai bosan atau saat kau merasa matter werden, ingatlah hari ini atau hari-hari spesial lain bagimu. Karena hari-hari itulah tempat kau mengukir segala hal yang pernah kau alami, saat kau membuka kenangan itu seperti album dengan tersenyum dan melihat bahwa segala hal yang menyedihkan terlewat tanpa kau sadari.

                       Hidup memang selalu seperti itu, bisa saja karena kita tinggal bersama Bumi entahlah? Tapi Bumi seperti menjentawahkan seluruh siklus hidupnya kepada Manusia. Ada musim Hujan, Gugur, Semi tidak hanya musim Panas. Tapi bukankah itu menarik, bayangkan kalau selama kita hidup hanya menikmati musim Panas. Kadang pun kita ingin merasakan sejuknya musim Hujan, lalu damainya musim Gugur, kemudian rimbunya musim Semi. Mungkin kau ingin membagikan kepada kita?

                        Sudahlah.... ini adalah hari yang baik buat kita semua, pagi yang indah saat Tuhan masih memberikan kesempatak kita untuk melanjutkan petualangan. Dengan teman-teman mu, keluargamu, atau siapapun itu. Mungkin tulisan ini atau hadiah nanti bukanlah dari orang yang kau harapkan. Tapi untunglah Tuhan tidak memilih orang yang berdoa untuk kebaikan dan kesehatan sesorang. Karena itulah kita berdoa kepadanya setiap detik, hari maupun tahun bagi orang yang kita cintai. Best Regards.....

READ MORE

Wahai.... Presiden Kami Yang Baru.

Posted by Rizky kusumo On Rabu, 23 Juli 2014 0 komentar
 
             Tuhan merupakan pencipta dongeng, bahkan dia adalah penyuka dari kisah-kisah sebelum tidur itu, tapi kisah yang tercipta "olehnya" kadang tidak dipahami oleh manusia, Karena boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu.

Prolog nya mungkin seperti itu, tersambung atau tidak dengan tulisan ini? Entahlah. Toh, tulisan ini cuma untuk konsumsi orang-orang awam, tak perlu berbelit-belit, Kita mulai saja.

            Click : Selamat Kepada Bapak Presiden dan Wakil Presiden baru NKRI (2014-2019) -  Presiden yang terpilih dengan Demokratis - Presiden "nya" Wong Cilik - Indonesia akan menjadi lebih baik - Salam Perubahan 

Okehhh... Ehh

         Repeat : Bagaimana dengan utang-utang dan perjanjian yang menggerus Sumber Daya kita? Bagaimana dengan biaya mahal pendidikan dan kesehatan? Ada KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dalam birokrasi. Bagaimana investor asing bisa hilir mudik tanpa tarif? Peran bangsa ini melindungi perdamaian dunia?

Hehehe...Mulai lagi

   Playback : Sesuai amanat UUD 1945, Memajukan kesejahteraan umum,, Mencerdaskan kehidupan bangsa, Melaksanaakan ketertiban dunia, Perekonomian haruslah disusun bersama berdasar asas kekeluargaan, Bumi dan air serta kekayaan alam lainya yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, Lalu fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. 

                 *) Catatan penting :  tidak ada lagi orang dibawah garis kemiskinan, tidak ada lagi biaya sekolah atau pendidikan mahal apalagi tidak mencerdaskan, Melakukan reaksi keras kepada siapapun negara yang mengancam ketertiban dunia, SIAPAPUN. Mengevaluasi sistem ekonomi kita saat ini. Berarti kekayaan alam yang tersebut harus di-Nasionali-sasi untuk kemakuran rakyat, Jangan sampai generasi penerus bangsa berteduh di kolong-kolong jembatan atau gerobak-gerobak. 


            Sambil berjalan yaa bapak Presiden dan Wakil Presiden kita yang baru, Kalian bukan Manusia Setengah Dewa Kan? Kita kawal bersama-sama.... MERDEKA 100%

DONE...
READ MORE

Arti Lagu Coldplay - Gravity

Posted by Rizky kusumo On Rabu, 16 Juli 2014 13 komentar
           



                 Sebuah makna akan berarti begitu dalam saat hal itu tersentuh pengalaman yang terjadi dalam hidup. Makna nya klasik, romantis, dramatis menjadi takaran kita menikmati hal-hal tersebut sesuai momentnya. Salah satunya terdapat dalam lagu, lalu salah satu band yang hampir lengkap memiliki itu semua adalah Coldplay.
               
                Band asal Inggris ini memang ahli dalam pemaknaan sebuah lirik, ciri khas band-band asal Inggris. Salah satu lagunya yaitu Gravity yang berasal dari single "talk". Saat kita mendengarnya memang tidaklah berbeda seperti lagu-lagu Coldplay lainya. Walau saat mendengar akan terkesan datar tapi memiliki sejuta makna yang dalam.

                Kalau begitu daripada berlama-lama mendengar mukadimmah dari Rizky Kusumo ini, lebih baik kita langsung memulai Thread yang membahas lagu ini. Tentulah ini hanya pendapat saya semata karena yang tahu makna aslinya tentu sang empunya lagu. Okeh, langsung kita ke TKP

GRAVITY - COLDPLAY



               Lagu ini menceritakan tentang seseorang dengan rasa cintanya "Baby, it's been long time coming, such a long, long time" (Sayang, ini sudah lama datang, sudah sangat lama),, Karena itulah dia ingin kekasih hatinya merasakan hal itu,"And i can't stop runinng, such a long, long time, can you hear my heart beating?" (Dan saya tidak bisa berhenti, seperti sangat lama, bisakah kau mendengar jantungku berdegup?)
               
              Dia tidak tahu cara untuk memberitahukanya, tapi dia pun tidak mau menghentikan perasaan itu,"Can you hear that sound? Cause i can't help thinking,  and i won't stop now" (Bisakah kau dengar suaranya? Karena ku tidak bisa membantu berfikir dan saya tidak mau berhenti sekarang)

           Tapi saat itu dia melihat alam dan mengetahui cara Tuhan untuk mengatur kehidupan manusia terutama cinta,"And then i look up at the sun, and i could see, Oh the way that gravity pulls on you and me"(Dan kemudian aku liat matahari, dan aku bisa melihat, Oh cara gravitasi menarikmu dan diriku)

                Walaupun begitu kinerja Alam pasti membuat seseorang yang datang pada suatu saat akan pergi, dan dia menyadari itu,"And then i look up at the sky, and saw the sun, and the way that gravity phuses on everyone, on eveyone" (Dan kemudian kulihat langit, dan ku lihat matahari, dan cara gravitasi memisahkan semua orang, semua orang)

               Itulah memang kinerja Alam, dia berharap kekasihnya atau siapapun itu akan tetap bertahan menjalaninya, walau dalam kedaan sulit, "Baby, when your wheels stop running, and you feel let down, and i it seems like trouble, have come all around" (Sayang, saat rodamu berhenti berputar, dan kau merasa hancur, dan ini tampak seperti masalah, datang bertubi-tubi)

                   Karena dia akan mengetahui saat keadaan itu datang, dan dia tidak akan pergi kemana-mana atau berhenti untuk mencintainya,"I can hear your heart beating, i can hear your sound, but i can't help thinking, and i won't look now" (Saya bisa mendengar jantungmu berdegup, aku bisa mendengar suara itu, namun aku tak bisa membantu berfikir, dan saya tidak ingin berhenti)

                Hal itulah yang sebenarnya sering kita alami dalam hidup ini, masalah, kebahagian, senang, sedih datang dan pergi. Mungkin itulah yang sering kita sadari. Tapi pertanyaannya, apakah kita pernah sadar saat ada orang yang mencintai kita? Jangan sampai saat gravitasi memisahkan barulah kita menyadari hal itu. And the way that gravity phuses on everyone.

                     Okeh, itulah hasil resensi lagu Gravity - Coldplay tentulah makna nya hanya teman-teman yang bisa memahami. Saya hanya mencoba menjadi jembatan saja plus memenuhi pesenan heheh. Terima kasih sudah mampir-mampir ke blog ini.

NB: kalau teman-teman mau nonton atau dengerin lagu Fix You, bisa kok diakses di youtube,, gua kasih link nya deh



Di tunggu kritik dan saran nya







                       

               

             
           
READ MORE

Sejarah Palestina Cuma Satu : Maukah Kita Merubahnya?

Posted by Rizky kusumo On Rabu, 09 Juli 2014 0 komentar
                (09/07)  Perang? Darah? Pemberontakan? Pembantaian? Perebutan kekuasaan? itulah sejarah negara yang tercatat berdiri pada tahun 1988, Palestina. Ironi sejarah kah?

                  Tapi Palestina tidaklah sesederhana itu, semua ironi sejarah itulah yang membentuk "negara?" tersebut dari zaman batu hingga kuda besi (kalau kata kaum evolusionis). Kalau kata kaum evolusionis bisa jadi itu bukan ironi sejarah, toh itu adalah kebutuhan, seperti makan, tempat tinggal, dll, manusia lah yang membuat sejarah atau tersingkirkan. Naifkah? 

                   Pertanyaan nya? kenapa hal-hal itu tidak terjadi pada negara-negara disekitar Palestina, Yordania misal atau Mesir? Itulah logika dasar saya, toh Yordania memiliki minyak berlimpah atau Mesir yang dalam literatur-literatur kuno pun sudah terbrand sebagai bangsa berperadaban maju. Lalu kenapa Palestina? 
                  
                    Lalu kenapa Palestina? Lalu kenapa Palestina? Kenapa negara ini selalu menjadi "medan perang" dari zaman Yosua bin Nun (yg tercatat), Babilonia, Romawi, pemberontakan Yahudi, Perang Salib hingga Israel sekarang. Masyarakat yang katanya kaum evolusionis subjek dari pembuat sejarah, setiap detik  menjadi korban.

                     Berbicara tentang Palestina berarti kita bicara tentang land atau daratan atau tanah. Inilah yang menjadi teori kaum evolusionis tentang pendudukan wilayah. Tapi Palestina bukanlah tanah biasa, seperti Mesir, Yordania, bahkan Amerika Serikat sekalipun. Ladang perebutan "tanah yang dijanjikan" menurut versi masing-masing. Saya sendiri tidak mau bergerak ke ranah situ (agama) terlebih dahulu, karena nantinya seperti kata masyarakat sangat "sensitif". 

                     Tapi, memang kita tidak bisa melepas motif tanah tersebut dari alasan keadaan yang terjadi pada Palestina. Dulu Yosua bin Nun yang mendapat tongkat estafet kepemimpinan dari Moses (Nabi Musa A.S) untuk membawa umat Israel pun melakukan 'tragedi' sejarah dengan membunuh warga asli Palestina (zaman itu) di kota Jericho. Kemudian rentetan-rentetan tragedi sejarah pun menjadi sebuah gelombang ada pasang ada surut.

                     Saya sendiri tidak mau berpanjang lebar menceritakan tragedi sejarah itu, toh ada beberapa faktor terutama karena saya bukan lulusan fakultas sejarah (nanti terlihat sok tau), kemudian walaupun saya tidak menjelaskan pun kita dapat mencarinya lewat google atau literatur. Lalu yang terakhir toh tidak ada mamfaatnya kalau kita tidak mau merekonstruksi dan mengambil pelajaran dari sejarah.

                     Ahh, saya terlalu kritis tentang hal itu (mudah-mudah-an saja tidak ke arah destruktif), skeptiskah kalau kita berharap masyarakat Palestina bisa beribadah ke Tembok Ratapan? Masjid Al-Aqsa atau Doom Of Rock? atau Gereja Kebangkitan dengan tenang. Ilusikah kalau kita berharap anak-anak kecil Palestina ataupun Israel bersama-sama bermain di pesisir Gaza.

                   Ya, ironik sekali toh anak-anak kecil itu belum pasti paham keadaan di mata kepala mereka, di teras rumah mereka, di altar-altar sekolah mereka. Tapi roket, bom, pasukan bersenjata yang mengajari bahwa mereka harus hidup dalam suasana tragis setiap saat. Itulah ironi sejarah, merekalah objek sejarah yang tidak pernah tahu mengapa dan kenapa? Negara yang mereka tempati dari nenek moyang hingga bayi-bayi kecil lahir, belum ada tanda udara perdamaian.

                  Hingga Al-Masih datang kah? Ahh, hal ini pun menjadi motif untuk melegalkan serangan-serangan itu. Lalu apakah Al-Masih akan rela umat manusia harus saling membunuh untuk "prasyarat" kedatanganya? Entahlah itu berada dalam tataran gaib, kalau pun berdebat dengan ilmu yang terbatas sama halnya menghela kain sarung,, tak ada habisnya. Toh lagi-lagi tidak semua masyarakat Palestina akan paham dan memaklumi ini.

                     Lagi-lagi masalah agama kah? Ahh, kadang kita terlalu menyederhanakan masalah, saat buntu agama jadi solusi pragmatis atau dibilang biang permasalahan. Padahal agama pun sudah terdistorsi maknanya semakin dalam. Butuh lebih dari pemikiran kritis untuk menyadari bahwa rahmatan agama adalah untuk semua umat manusia. Karena itulah tidaklah patut kita menaruh agama dalam pusaran ego peperangan yang terjadi saat ini, sangat tidak layak.

                    Apakah kita setidaknya mau belajar dari para pembawa risalah agama besar itu? Moses (Musa. A.S), Yesus (Isa. A.S), dan Muhammad S.A.W. Apakah mereka saat mengajarkan agamnya melakukan tuntutan terhadap tanah yang dijanjikan? Menuntut pengusaan wilayah dengan kekerasaan? Bukankah yang mereka perjuangan adalah harkat martabat manusia, Musa bagi umat Israel di Mesir, Isa bagi umat Yahudi di Palestina, lalu Muhamaad bagi umat Islam di Arab. Tidaklah ini menjadi pelajaran untuk menciptakan perdamaian secara universal. 

                      Sekarang kita bertanya tentang PBB? Mungkin bagi kita sudah mafhum belaka kenapa organisasi bangsa-bangsa ini tak berkutik melawan ketidakadilan di Palestina. Mereka kadang lebih galak menangani pemberontak "primitif" di Sudan ataupun di Somalia. Yah, sudah mafhum kita dengan itu semua. Atau lebih nyaring mengumandangkan declaration Of Human Right jauh lebih kencang saat mengkampanyekan Demokrasi ke negara-negara otoriter. Ya, lagi-lagi sudah mafhum belaka.

                       Kalau begitu kita harus menggugat, mana pasal 1 dari declaration yaitu hak hidup bagi masyarakat Palestina? bukankah seorang anak petani Palestina akan dijamin hidupnya sama seperti anak pangeran William? anak nelayan Palestina dijamin hidupnya sama seperti anak presiden Amerika Serikat? Bukakah itu yang tertera dalam deklarasi itu? Kalau logika saya tidak sesuai bolehlah kita bersama-sama mengurainya.

                      Ya itulah yang terjadi dalam dunia hidup warga Palestina terutama Gaza, apa asal mula dari konflik ini? apa motif dari konflik ini? apa kepentingan dari konflik ini? Bagi kita biarlah itu berada dalam tataran masyarakat, terlalu akademis bagi kita untuk mengurai konlik tapi tidaklah pernah selesai mengatasinya. Rakyat Palestina dan masyarakat dunia lainya sekarang membutuhkan ketegasaan dari pemimpin dunia untuk mengecam kekejaman atas nama apapaun. Lalu, mimpi-mimpi semua anak dunia akan semakin bersemi, tidak lagi berurusan dengan tragedi sejarah. Bismillah.
                  
READ MORE

Hanya Untuk Mereka Yang Mau Merenungkanya?

Posted by Rizky kusumo On Rabu, 28 Mei 2014 0 komentar
             

               Apa yang bisa kita renungkan? Mungkin tidak ada.Entahlah dunia serasa begitu cepat, kita tidak boleh menaifikanya sebagai sebuah realita. Pak nelayan yang begitu sederhana pun berkata se-iya, se-kata dengan pendapat itu. Tinggal sekali tebar jaring, si nelayan tidak perlu lagi menunggu angin darat untuk berlayar, hingga tinggal di laut berminggu-minggu. Tapi begitulah sekarang, 24 Jam bagi kita serasa begitu cepat, begitu kurangnya untuk menikmatinya.
                Ya, Begitu mudahnya pak nelayan ini menjaring segala macam jenis Ikan, Jaring yang dahulunya hanya berukuran Meter terus bertambah menjadi Kilometer. Kebutuhan berubah menjadi keinginan tak disangka terjadi pula pada pak nelayan yang hidupnya begitu sederhana. Rasanya jadi teringat kisah yang pernah diceritakan oleh orang-orang dahulu.Kisahnya berjalan sederhana bagi kita yang mau meluangkan waktu beberapa menit saja untuk merenungkan?
                 "Pada suatu masa, tinggallah seorang petani yang hidup sederhana menjaga sebidang tanah milik majikanya. Pada suatu hari kakak dari Istrinya datang untuk berkunjung dan menceritakan kisah hidupnya saat tinggal di kota. Kisah kesenangan sang kakak ipar inilah yang membuatnya tersinggung, menikmati hidup bukan begitulah caranya menurutnya. Baginya sebagai seorang petani, saat memiliki tanah nanti akan membuat hidupnya tenang. Bagian inilah yang langsung mengubah pandangan hidup sang pak tani.
                  Kemudian dengan keuletanya, pak tani mulai memiliki sebidang demi sebidang tanah yang diinginkanya. Tanahnya subur berbeda dari tanah yang biasanya ditanam oleh para petani lainya di desa tersebut. Hidupnya begitu nikmat, tapi rasa gelisahnya jauh lebih besar memantau  tanamanya yang sering menjadi santapan binatang piaraan para tetangganya. Lama-kelamaan semakin kesallah dia, kemudian mengirim satu persatu tetangganya ke pengadilan. 
                 Kehidupan si petani ini pun mulai berubah tidak hanya terhadap sosialnya tapi pribadinya. Dia menjadi penyendiri dan selalu menaruh curiga terhadap sekelilingnya. Tapi rasa ingin menguasai seluruh tanah masih tertanam dalam dirinya. Kemudian pada suatu ketika datanglah saudagar dari kota yang asing bagi dirinya. Sudagar ini bercerita bahwa di desa nya terdapat tanah yang begitu luas dan para masyarakatnya rela menjualnya dengan harga murah. Hal ini menarik hati sang pak tani yang tanpa pikir panjang lalu datang ke desa tersebut.
                 Sesampai disana alangkah terkejutnya petani tersebut melihat bentangan tanah yang sangat subur seperti cerita sang saudagar. Tanpa pikir panjang dia pun langsung menghadap seorang yang dianggap kepala suku desa tersebut. Setelah mengutarakan niatnya, kepala suku tersebut tersenyum kemudian memberikan arahan kepada petani tersebut bahwa harga tanah kami hanya satu rubel sehari. Hal ini membuat petani tersebut terheran-heran.
                 Kemudian kepala suku itupun menjelaskan bahwa mereka hanya menjual tanah itu menurut harinya, artinya sebanyak tanah yang dapat kau peroleh dengan mengelilinginya berjalan kaki dalam sehari, seluas itu pulalah tanah milikmu. Tapi,"hanya ada syaratnya, yaitu jika kau pada hari yang sama tidak kembali di tempat dari mana kau memulai maka uangmu hangus."Hal ini membuat petani itu begitu bersemangat,"Ahh, seorang dapat mengelilingi bagian yang sangat luas dalam sehari," katanya dalam hati.
                 Esok paginya dia pun sudah siap dengan perbekalanya seperti roti dan air minum, memakai baju rompinya, mengikatkan tali pinggangnya, kemudian menarik sepatu botnya ke atas. Karena tanah yang dilihatnya semua bagus akhirnya dia memutuskan berangkat menuju ke matahari terbit. Selain itu kepala suku dan masyarakat desa tersebut menaiki bukit dan mengambil tempat di belakang petani tersebut.
                 Setelah berjalan beberapa meter, dia mulai kehilangan kekuatanya yang pertama dan mulai mengambil langkah-langkah panjang. Sekarang udara mulai terasa panas kemudian dia memutuskan melepas rompinya. "Satu tahap telah selesai,"begitu ungkapnya tapi ada empat tahap lagi dalam sehari dan masih pagi untuk mengubah jurusan. Kemudian dia melepas sepatunya dan berjalan lagi,"sekarang jalan lebih jauh pasti tanahnya akan semakin bagus ungkapnya.
                 Demikian dia terus berjalan, walau tanpa disadari bukit itu hampir sudah tak kelihatan dan orang-orang diatasnya kelihatan seperti semut hitam yang mungil. "Sekarang, aku akan mengambil langkah ke kiri," ujarnya setelah membuat lingkaran cukup besar. Setelah sarapan, dia lalu berjalan lagi setelah melihat sebidang tanah yang bagus di sekeliling sebuah jurang yang dalam. "Sayang sekali jika tidak memasukanya juga. Rami akan tumbuh bagus di sana!" pikirnya. Kemudian dia pun terus berputar mengelilingi tanah itu hingga bukit nya sudah tidak kelihatan. Sekali lagi dia melihat matahari dan sudah waktunya makan malam tetapi dia baru menempuh dua km dari jaraknya. Titik permulaanya masih tiga belas km jauhnya.
                  Ia berjalan terus menerus tapi kini terasa sangat susah untuk berjalan, ia ingin beristirahat sejenak. Tapi itu tidak mungkin kalau ia ingin mencapai bukit sebelum matahari terbenam. Matahari tentu tidak mau menunggu. Terkadang ia terhuyung-huyung sehingga hampir jatuh,"Apakah aku betul-betul tidak salah perhitungan?"pikirnya dalam hati. "Apakah aku tidak mengambil terlalu banyak tanah sehingga aku tak dapat kembali, bagaimanapun cepatnya aku berjalan?
                  Sang petani pun mengumpulkan seluruh tenaganya dan mulai berlari. Rompinya, sepatunya, botol, dan topinya semua dibuangnya. "Ah,"pikirnya, "aku tertarik pada apa yang kulihat. Sekarang semuanya hilang dan aku tak akan mencapai titik permulaan sebelum matahari terbenam. Pada waktu itu ia dapat mendengar orang-orang bersorak dan memberikan semangat kepadanya. Sekarang ia sudah begitu dekat pada titik terakhirnya! "Sekarang aku mempunyai banyak tanah,"batinya,"asalkan Tuhan mau mengantarku agar dapat hidup di atasnya dengan selamat. Tapi dalam hati aku mendapat firasat buruk bahwa aku telah membunuh diriku sendiri."
                    Namun, ia masih terus berlari. akhirnya ia tiba di bukit tepat ketika matahari terbenam. Ia berlari mendaki lereng itu dan dapat melihat kepala suku. Tapi ia tersandung dan jatuh, tapi sebelum terjatuh ia mengulurkan tangannya ke arah kepala suku itu dan menyentuhnya."Ah, anak muda,"kepala suku berseru,"kau dapat memenangkan banyak tanah!" Pelayan petani tersebut berlari ke arah tuanya lalu mencoba membangunkanya. Darah mengalir dari mulutnya. Petani tersebut terlentang di sana, tak bernyawa lagi.
                "Kuburkan dia," hanya itu yang dikatakannya. Kemudian masyarakat desa itu bangkit dan pergi. Hanya pelayan sang petani saja yang tetap tinggal disitu. Ia menggali sebuah kuburan dengan panjang yang sama dengan tubuh sang petani, dari ujung kepala sampai ujung kaki - tiga elo saja. Lalu ia menguburkan jasad majikanya."
                  
               Terkadang hidup sekarang lebih praktis, waktu 24 jam yang dahulunya seperti sudah cukup untuk menyelesaikan kebutuhan-kebutuhan. Sekarang terasa lebihnya untuk hanya sekedar menyelesaikan tanggung jawab fitrah kita, lalu hasrat keinginan pun bermunculan. Hasrat inilah yang membuat waktu 24 jam itu serasa begitu cepat, membuat kita kurang menikmatinya. Tapi akhir katanya toh kita akan kembali kepada fitrah kita, kebutuhan kita. Kalau kita mau merenungkanya?
                  
                 
READ MORE

Entahlah Mungkin Karena Kita Manusia?

Posted by Rizky kusumo On Minggu, 20 April 2014 0 komentar
Hanya sebuah tulisan Simple saja, entahlah mungkin karena tulisan utama belumlah selesai? Atau karena kapasitas pikiran manusia hanya berkutat dalam kata kerja Efektif dan Efisien? Bisa saja, toh manusia awalnya sudah tersetting melakukan kerja-kerja seperti itu saat moyang manusia Adam menghuni Surga. Ya, SURGA, semuanya sudah ada disana begitukan firman Tuhan? Lalu buat apa kita mengkritik dan merendahkan manusia yang bekerja seperi itu? Para Petani yang membajak sawah, Para gembala yang setiap harinya menjaga kambingnya, atau Para penyapu jalanan yang sering membersihkan "sampah-sampah" terabaikan dari kita. 
Entahlah mungkin karena kita manusia? Toh kita pun bukan hanya cucu dari Adam tapi kita masih mendapatkan Gen dari Hawa yang karena hasrat pribadinya tergoda dan mengajak Adam melakukan "Dosa Awal". Hasrat sepertinya menjadi kuliah pertama Iblis yang berhasil dan lulus dipraktekan oleh Nenek Moyang kita, mungkin itu pula yang membuat kata itu melekat sebagai bawaan lahiriah untuk ditekan. Lihat saja kemudian yang terjadi pada cucu Adam Hawa, hasrat mulai meluas menjadi hasrat atas kekuasaan, harta, nama baik. Toh tidak papa kan kita manusia? Tanpa hasrat itu bagaimana kita mendapat "kebahagian dunia dan akhirat? 
Pada akhirnya hal yang berlebihanlah yang membuat kita terlepas dari karakter manusia itu, menjadi teman Iblis kalau banyak ulama bilang. Apalagi berkembang menjadi Sombong, Hmm, nauzubillah jangan sampai manusia mengambil sifat Mahluk bernama "Iblis". Sifat yang membuat mahluk ini selalu bersimpangan jalan dengan firman Tuhan. Sudahlah lama-lama kalau lanjut jadinya bukan tulisan Simple yang efektif dan efisien. Hanya tiga paragraph saja yang penting bermamfaat bagi semesta, toh itukan tugas manusia menjadi mahluk yang bermamfaat. Akhirnya memang hasrat lah yang membuat Gua menulis, tapi gak papa entahlah mungkin karena Gua pun manusia? hahah   

READ MORE

Resensi Buku : Teosofi, Nasionalisme, Dan Elite Modern Indonesia (Iskandar P Nugraha)

Posted by Rizky kusumo On Kamis, 27 Februari 2014 0 komentar
               

                       Pada pembukaan buku berjudul Di Bawah Lentera Merah, yang merupakan hasil tulisan Soe Hok Gie. Gie kurang lebih pernah beranalisa, bahwa bangsa/masyarakat Indonesia merupakan bentukan dari tiga ideologi besar yaitu Islam, Nasionalis, dan Komunis. tiga ideologi inilah yang membentuk pondasi masyarakat Indonesia hingga Indonesia merdeka. Sebagai tiga ideologi besar dengan massa besar pula, pertempuran pengaruh menjadi semakin tajam pada masa-masa awal kemerdekaan. Hal yang nantinya menimbulkan "bara dalam sekam" dalam perebutan pengaruh tipe kenegaraan. Dalam pertempuran itu, ideologi Nasionalis secara simbolis dianggap yang paling "mewakili" karakter ke-nusantaraa-an. 
                    Tapi bagaimana karakter nasionalis terbentuk? Bangsa Indonesia sendiri terdiri dari beberapa suku, agama, bahasa, dan budaya. Satu sama lain saling tertutup, karena sistem feodal Indonesia yang masih tetap dipertahankan bangsa Belanda untuk memuluskan penjajahan. Hasilnya ide persatuan dan kesatuan selalu dianggap barang Utopis banyak pemikir saat itu. Namun, setelah adanya sumpah pemuda (28 mei 1928) dengan mengumpulkan beberapa elemen perjuangan, anggapan Utopis itu pun sirna. Tapi, melacak pondasi Nasionalis tetap lah sulit, bagaimana Indonesia dengan beberbagai ras, agama, bahasa, budaya akhirnya mau berkumpul tanpa membedakaan satu sama lain.
                  Hal ini yang mau diungkapkan oleh Iskandar P Nugraha dalam bukunya Teosofi, Nasionalisme, Dan Elite Modern Indonesia. Pada buku cetakan 2001 itu, beliau setidaknya ingin mengungkapkan sepak terjang Teosofi pada tahun-tahun 1901-1930 an. Bahwa gerakan inilah yang paling berpengaruh menamkan pemikiran Nasionalis kepada masyarakat khususnya pribumi saat itu. Bahkan berdirinya Budi Utomo (1908), tidak bisa terlepas dari pengaruh gerakan yang berpusat di Adyar, Madras, India tersebut. Apalagi ketua pertama BO, Dr, Radjiman Wedyodiningrat merupakan anggota Teosofi.
               Karena itulah, Seperti pengantar dari David Reeve dalam buku ini, "Sejak 1880 sampai akhir 1920-an, gerakan Teosofi merupakan suatu bagian penting dalam kehidupan Intelektual dan sosial di Eropa, Amerika, Australia, dan "Asia", terutama di negara-negara kolonial". Menjadi perhatian saya untuk meresensi buku ini, sehingga "setidaknya" menjadi jembatan para pembaca untuk mengetahui isi buku tersebut. Sehingga menjadi cakrawala pengetahuan tentang asal usul lahirnya benih Nasionalis bangsa.
                  Dalam buku ini, Iskandar mulai menarasikan gerakan Teosofi dari tahun 1901 saat organisasi itu diresmikan di Semarang. Gerakan ini sendiri menarik simpati masyarakat Hindia Belanda yang bercorak mistis-okultis. Bahkan, beberapa nama yang nantinya termasuk jajaran pahlawan nasional pun pernah terdaftar dalam gerakan ini. Sebut saja Goenawan dan Tjipto Mangoenkoesomo, H Agus Salim, Amir Sjarifoedin, bahkan R Soekemi (ayah IR. Soekarno).
                  Menjadi perhatian lebih karena sekolah Arjuna (gerakan pendidikan Teosofi) dan Taman Siswa (sekolah yang didirikan Ki Hajar Dewantara), sama-sama mendapat pengaruh dari Montessori dan Rabindranath Tagore. Kemudian menjadi perhatian, karena dalam sekolah Arjuna ini para murid-murid diajarkan untuk bersikap patriot (cinta tanah air), hal itu dimulai dari mengasah keterampilan seni lokal, seperti drama, sastera, dll. Hal itu yang dianggap membekas bagi para alumni nya, bahkan mereka pun mengenalkan hal tersebut kepada lembaga lain seperti Taman Siswa. Seperti kata Mohammad Yamin dan Sanoesi Pani, saat mereka bermain seni tersebut nantinya akan membuahkan rasa kesadaran kebangsaan yang kuat.
                  Pengaruh Teosofi pun pernah diungkapkan oleh Presiden pertama Indonesia, IR.Soekarno,"kami mempunyai sebuah perpustakaan yang besar di kota ini (Surabaya) yang diselenggarakan oleh perkumpulan Teosofi..., Aku menyelam lama sekali ke dalam kebatinan ini, dan disana aku bertemu dengan orang-orang besar, buah pikiran mereka menjadi buah pikiranku, cita-cita mereka adalah pendirian dasarku". Statement Soekarno ini akhirnya menjadi sebuah rujukan, bagaimana Bung Karno yang besar dalam lingkungan Sarikat Islam (SI) malah condong befikiran Nasionalis.             
                  Kemudian lambat laun, saat suasana pergerakan mulai mengalami masa-masa bergerak secara radikal. Organisasi "kultur" Teosofi pun mulai ditinggalkan, hal itu pun ditambah kecaman dari kalangan agama seperti Islam dan Kristen Katolik, akibat kegiatan Teosofi yang mengarah ke okultisme (kebatinanan) dan ajaran Islam atau Kristen yang diajarkan tidak sesuai. Kecaman dari beberapa pihak inilah yang membuat anggota Teosofi pun mulai menurun, apalagi para pejuang saat itu menganggap organisasi ini masih bagian dari Belanda. Akhirnya, pada tahun 1930-an terjadi penurunan besar-besaran anggota Teosofi dan organisasi yang sejenis seperti Budi Utomo (BO). 
                    Akhirnya bagi saya, ini menjadi babak di mana Iskandar sebagai penulis ingin menerangkan bahwa Teosofi sebagai "Bapak" yang mengenalkan rasa Patriotik sudah ditinggalkan secara organisasi oleh anak-anakya. Walau begitu, secara pemikiran, ajaran dasar Teosof selalu tertanam kepada para pribumi yang pernah belajar disana. Seperti ungkapan dari Achmad Soebardjo, "Meskipun banyak hal yang disetujuinya sepenuh hati walau ada beberapa yang dipaksakan, saya mendapat pengalaman berharga di dalam organisasi ini".
                  Hasilnya Iskaandar sendiri memang hanya berkisar menganalisa, bahwa jiwa patriotik (nasionalis) muncul dari jiwa-jiwa lulusan teosof dan organisasi sejenis. Sayangnya, saat era pra-kemerdekaan dan pasca kemerdekaan tidak mendapat tempat dalam buku ini. Walau, secara organisasi Teosofi sudah hilang sejak tahun 1930 an, tapi koneksi antar eks-Teosof tentu sangat penting. Kekuranganya dalam buku ini tidak menjelaskan, apakah masih ada pengaruh organisasi atau eks orang-orang Teosofi terhadap pergerakan saat itu? atau masih ada kah koneksi dan pengaruh eks anggota teosof disaat era-era pembentukan negara.
                            Tapi bagi saya pribadi, kajian sejarah dalam buku ini termasuk patut untuk dibaca oleh kawan-kawan. Apalagi untuk melihat pembawa akar kelahiran "kembali" jiwa-jiwa patriotik (Nasioanlis) bangsa. Tanpa melihat latar belakang sebuah gerakan terutama Teosofi, tentulah kita tidak akan mampu menilai peran yang sebenarnya mereka bawa. Menjadi lebih penting, karena hingga saat ini Indonesia secara "simbolis" akar Nasionalis atau persatuan dalam berbagai ras, agama, bahasa, budaya lah yang jauh lebih cocok dipakai. Hal yang memang sejak awal menjadi ajaran dasar Teosofi.
                                Kemudian dalam buku ini, para pembaca pun akan mengetahui inti ajaran Teosofi dan pergerakanya di dunia. Bagaimana organisasi ini sangat menarik bagi masyarakat yang masih mempercayai okultisme (kebatinan)-mistis, seperti Indonesia dan India. Tentulah yang paling menarik, Iskandar pun menampilkan nama-nama anggota Teosofi dari beberapa daerah seperti Surakarta, Malang, Semarang dll. Di mana banyak bupati atau bangsawan saat itu ternyata termasuk anggota Teosofi tersebut. Tentulah yang menarik, ternyata banyak tokoh nasional dan para perumus ketatanegaraan nantinya banyak terinspirasi atas ajaran Teosofi tersebut.  
                   
READ MORE

Sejarah Musik : Pembenturan & Pembentukan Budaya Masyarakat (Bagian 1)

Posted by Rizky kusumo On Senin, 24 Februari 2014 3 komentar
                 
                  Dalam sebuah kehidupan masyarakat, seni tidaklah bisa dilepaskan dalam unsur-unsur  pembentuk kebudayaan. Pada peradaaban-peradaaban besar, pastilah memiliki karya seni yang masih bisa rasakan hingga sekarang. Sebut saja kebudayaan Yunani, Mesir, Persia, Arab, bahkan sekarang Eropa yang selalu melahirkan seniman besar. Dari semua bidang seni, musik termasuk yang universal bisa dinikmati oleh semua kalangan. Hal inilah yang membuat banyak pemusik yang mampu mentransfer pemikiranya kepada masyarakat secara cepat.
                            Kali ini Rizky-Kusumo.Blogspot.com akan mencoba menganalisa sejarah kelahiran Musik dunia, kemudian efek yang diakibatkannya kepada masyarakat, kemudian bagaimana masyarakat terbentuk karena pengaruh musik itu. Beda dengan kawan-kawan lain yang membahas musik lebih ke arah nada-nada atau simfoni, ada juga yang lebih ke perkembangan alat musik, Atau pendefinisian musik itu tersendiri. Namun, Gua lebih ke arah bagaimana musik itu menjadi alat untuk membentuk budaya, melawan arus kekuasaan, dll. Tentulah ini lebih mengarah kepada aspek sisiologi yang diciptakan oleh musik itu sendiri, mulai dari pengaruh lagu, tokoh/band musik, atau aliran/genre tersebut.
                    Karena itulah, setidaknya akan ada pembagian zaman untuk membagi pengaruh musik terhadap masyarakat. Seperti era klasik, era Romantik, Modern, dsb. Sebagai penjabaran, tentulah mereka yang lahir pada zaman ini terkadang ter-influence terhadap seni yang sedang berkembang terutama musik. Bagaimana tokoh/genre mampu mentransferkan pemikiranya kepada masyarakat, kemudian betapa musik bisa menjadi indikator besarnya sebuah peradaaban. Kembali lagi yang terpenting, bagaimana musik menjadi "baju" yang selalu digunakan masyarakat pada setiap zamannya untuk membentuk/melawan budaya. Hal inlah yang menarik untuk kita bahas, Karena itu kita mulai saja threed nya....

1) Era Musik Zaman Kuno 
                              


                            Peradaban Yunani menjadi salah satu mercusuar dunia pada masanya (5-4 SM), selain msenguasai bidang filsafat, politik, bahasa. Masyarakat Yunani pun berhasil mengembangkan kebudayaan seni mereka. Puisi-puisi karya Homer seperti Iliad dan Odyssey, kemudian beberapa kisah dalam tulisan nya sangat berpengaruh terhadap masyarakat Yunani. Selain itu, seni musik pun sangat berkembang pada zaman itu dan memberikan pengaruh besar terhadap musik hingga sekarang. Saat itu musik selalu digunakan sebagai iringan teater, tarian dan nyayian.
                           Saat zaman itu, masyarakat Yunani menggunakan musik sebagai sarana pemujaan terhadap Dewi kesenian bangsa Yunani bernama Musae (cikal bakal nama musik). Hal itulah yang membuat musik tidak bisa lepas dari ritual keagamaan. Alat-alat musik seperti Lyra dan Aulos menjadi alat musik yang digunakan aliran pemuja Apollo dan Dionysus. Saat lahir tokoh-tokoh seperti Plato (427-347 SM), Aristoteles (384-322 SM), Aristoxenus (3500-300 SM). Mereka membagi musik menjadi 2 golongan (Yang bertahan hingga sekarang), yaitu Harmoni (Aristoxenus) dan Ethos disebarkan oleh Plato dan Aristoteles yang menganggap musik dapat berpengaruh terhadap para pendengarnya.
                          Pengaruh musik ini juga sangat berpengaruh terhadap peradabaan Yunani, karena kemajuan musik beriringian dengan kemjuan peradaban ilmu pengetahuan lainya. Selain itu, seni terutama musik menjadi interpertasi keadaan masyarakat Yunani saat itu, seperti kejadian perang, penaklukan, tentunya sebagai jembatan kepada dewa-dewa. Musik menjadi roh/spirit bagi masyarakat Yunani menjalani kehidupan-kehidupan yang penuh dengan intelekutualitas dan kerohanian.
                            Selain masyarakat Yunani, bangsa-bangsa besar lainya pun melahirkan karya musik-musik besar. Seperti musik Persia, Romawi, Mesir, bahkan Arab (Islam). Terutama saat itu, seperti bangsa Persia, Jepang, Mesir dan Yunani menggunakan musik sebagai sarana pemujaan kepada Dewa. Sedangkan pada Era kejayaan Abbasyiah (750-1258 M), saat itu musik menjadi sarana penyebaran agama. Tapi, beberapa filsuf besar zaman itu, seperti Al-Farabi (900-950), Ibnu-Sina (980-1037), Al-Kindi (897-976 M), mereka mengembangkan musik karena merupakan cabang dari Matamatika dan Filsafat. Beberapa hasil peradabaan musik saat itu seperti Gitar, Biola, dan beberapa komposisi yang bisa kita rasakan hingga sekarang.
                                 
2) Era Musik Zaman Klasik
                                     

                             Runtuhnya Romawi, kemunculan Kristen di Eropa menjadi awal afirmasi Gereja terhadap musik barat. Saat itu, Gereja mengambil alih musik yang tadinya sebagai hiburan, pengembangan intelektual manusia, dll menjadi jembatan ibadah mereka. Hal ini membuat perkembangan musik di barat mengalami penurunan, dibandingakan musik-musik Arab/Islam (Abbasyiah) saat itu. Walau masih ada satrawan-satrawan sekuler yang tidak terikat dengan Gereja, namun otomatis pengaruh musik mereka tidak begitu besar karena pengaruh Gereja terhadap masyarakat. Hal ini menyebabkan masyarakat Eropa saat itu, berada dalam "kekeringan" bukan hanya intelektual tapi juga kreativitas.
                                Tapi seperti roda yang telah berputar, berakhirya zaman pertengahan/ Dark Age (abad 15 M) membuat Euforia masyarakat Eropa pun mulai bangkit. Hal ini melanda bukan hanya kaum Intelektual tapi juga para seniman. Menurunya pamor Gereja, membuat para seniman mulai kembali kepada seni dan musik-musik Yunani. Seniman-seniman dari Florence dan Perancis menjadi pionir kelahiran musik Opera. Pada zaman Barok-Rakoko (1600 -1750 M), menjadi awal tonggak inovasi-inovasi musik yang dilakukan para seniman. Pada zaman itu pula lahir salah satu maestro terbesar dunia, Johann Sebastian Bach (1685-1750 M). Dia banyak melahirkan musik-musik Instrumental yang berpengaruh terhadap musik-musik klasik setelahnya.
                            Bangkitnya musik pada era ini, juga membangkitkan musik yang lebih rasional tidak seperti era sebelumnya, ini terus bergerak hingga era musik klasik yang melahirkan pemusik-pemusik berkelas seperti Mozart (1756-1791). Hasilnya masyarakat Eropa saat itu mulai melakukan improvisasi untuk "menyempurnakan" musik itu sendiri. Pada era Mozart ini terjadi demam musik, terutama opera dan instrumental melanda Eropa. Banyak Raja atau Pangeran yang memesan pertunjukan opera kepada komponis itu untuk menghibur para bangsawan. Kemudian, masuk ke era musik Romantik yang diusung oleh Ludwig Van Beethoven (1770-1827 M) menjadi landasan pacu krativitas pemusik barat.
                                    Hal yang menjadi menarik, pada era ini para komposer besar menampilkan unsur rasionalitas terhadap musik nya berbeda dengan era sebelumnya. Benturan pun terjadi dengan pemusik yang masih mengusung musik peribadatan terutama musik Gereja. Tapi, lebih rasional nya masyarakat Eropa saat itu setelah menjamurnya intelektualitas, mengakibatkan musik peribadatan mulai ditinggalkan. Hasilnya karya-karya Bach, Mozart, dan Beethoven jauh lebih digemari dan menjadi percontahan refrensi musik hingga sekarang.

3) Era Musik Zaman Modern (Akhir Abad 18 -  Awal Abad 20)
                                     

                           Pada masa ini, kekayaan musik dunia bertambah dengan kelahiran dua genre yang akan menginspirasi genre-genre music selanjutnya, Blues dan Jazz. Tidak seperti era sebelumnya, dimana musik selalu lahir di Eropa? kali ini dua genre tersebut lahir dalam suasana perbudakan (era Civil War) Amerika Serikat. Para budak-budak Afrika-Amerika yang saat itu memang mengalami tekanan dan penderitaan. Salah itu musik yang lahir pada era itu adalah Blues (diperkirakan sekitar tahun 1890/1895). Kebanyakan para pencipta musik ini memang berasal dari masyarakat kulit hitam Amerika, salah satunya adalah WC Handy (bapak Blues). Alhasil banyak lirik-lirik nya yang memang meinterpertasikan penderitaan dan harapan masyarakat kulit hitam Amerika saat itu
                             Musik Blues sendiri lahir dari asal nama Blue Devil, atau melankoli dan penuh kesedihan, tapi baru resmi dipakai pada era 1910-an. Berawal dari pertunjukan-pertunjukan formal lalu ke bar-bar, musik Blues pun mulai digemari masyarakat Amerika. Namun, masih adanya diskriminasi rasial saat itu, banyak musisi Blues yang tidak bisa mendokumentasikan hasil karyanya. Tapi, pada era-era berikutnya musik Blues ini pun menjadi pengaruh bagi lahirnya genre-genre musik lainya, apalagi setelah dibawa ke UK (United Kingdom) yang melahirkan Blues British, Rock & Roll, dll. Namun, banyak musisi Blues kulit putih yang tidak mampu menjiwai "Soul Blues" karena tidak pernah mengalami penderitaan seperti masyarakat kulit hitam.
                          Sama halnya dengan Blues, pada era itu pun lahir genre lain yang sekarang bahkan jauh lebih populer, Jazz. Jazz yang disebut sebagai musik paling "Demokratis", memang terus berimprovisasi pada setiap era nya. Pada saat itu, Jazz lahir dari benturan/konfortasi antara musik Afrika dan Amerika (Eropa) yang akhirnya melahirkan jenis musik baru. Hal inilah yang membuat Jazz selalu berimproviasi pada masanya, seperti munculnya Jazz Swing (1940-an) atau Jazz Blues. Dalam hal ini, musik Jazz memang membutuhkan improvisasi, hal yang terpenting adalah Jazz selalu mengikuti budaya atau keadaan masyarakat. Membuat pembendaraan Genre ini menjadi lebih kaya.                
                               Hasilnya dari dua genre musik ini (Terutama Blues), selalu menjadi refrensi gaya musik ke depanya.  Setelah nanti akan lahir, musik Rock & Roll, Britsh, Punk, R & B, Folk Song, Regge dll, Tapi, pada dasarnya saat itu musik/ lirik lagu menjadi sangat mainstreem dengan 4 lirik yang selalu diulang-ulang. Kemudian selalu menampilkan lirik-lirik yang diisi oleh kata-kata penderitaan dan harapan. Hal yang memang mendasari karena lahir dari penderitan masyarakat kulit hitam saat itu. Walau, pada era Perang Dunia (1 dan 2) perkembangan musik mengalami penurunan, namun dampak setelah itu malah menambah pembendarahaan lirik-lirik musik dengan isu perdamaian/ Anti-perang. Hal yang nanti dilakukan oleh Jhon Lenon (dengan gaya Rock & Roll nya). Akhirnya, pada nantinya interpetasi musik menambah cabangnya menjadi alat revolusi.


Bersambung (Bagian 2)

                                       
                    


READ MORE

Resensi Novel : Arus Balik (Pramoedya Ananta Toer)

Posted by Rizky kusumo On Selasa, 11 Februari 2014 3 komentar
       
 
Thread kali ini akan membahas salah satu novel legendaris Indonesia, kenapa legendaris? karena karya ini di buat oleh salah satu novelis terbesar di negara ini, Pramoedya Ananta Toer. Apakah teman-teman mengenal sosok ini? Beliau adalah sosok Masterpiece dalam bidang seni dan budaya terutama novel. berapa hasil karyanya seperti Tetralogi Bumi Manusia, Arus Balik, Gadis Pantai, dll. Keterlibatan Pram di organisasi Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) membuat dirinya pernah di penjara di Pulau Buru, bahkan beberapa bukunya pernah dibakar.uu
                     Kali ini Gua sendiri akan meresensi bukunya yang berjudul Arus Balik, yang sebernanya merupakan Tetralogi 4 novel lainya (Arok Dedes, Arus Balik, Mangir, dan satu naskah yang masih hilang). Novel ini mengisahkan sebuah arus yang berbalik, setelah keruntuhan kerajaan Majapahit (1478 M) membuat Nusantara yang dahulunya merupakan mercusuar dari Selatan dan membawa arus ke arah Utara, akhirnya harus menerima kenyataaan bahwa arus telah berbalik. Hingga pada akhirnya Indonesia dan sekitarnya (Nusantara saat itu) harus menerima kenyataan sekian abad lamanya terjajah. Kemahiran Pram, mengisahkan suasana yang terjadi saat itu dengan gaya cerita, membuat kita akan sangat mudah mengetahui kebudayaan, pola pikir, perjuangan masyarakat Nusantara saat itu. Karena itulah, Gua akan membahas sekilas Novel tersebut dalam resensi kali ini, Oke selamat membaca....

Arus Balik




                    Nusantara menjadi saksi bisu, kehebatan kerajaan besar penguasa arus selatan hingga mampu menerjang penguasa kerajaan utara. Majapahit, menjadi kekuatan maritim terbesar pada abad nya (1350 - 1389 M), mengusai hampir seluruh bagian dari negara Indonesia saat ini, hingga Singapura (Tumasik), Malaysia (Malaya), dan beberapa negera ASEAN lainya. Tapi, itu hanya kisah dongeng masa lalu bagi masyarakat desa saat itu. Kerajaan Majapahit sudahlah hancur dalam perang saudara tak berkesudahan, wafatnya sang Mahapatih Gajah Mada menjadi titik awal, kemudian berturut-turut peristiwa menggrogoti kerajaan ini, dan akhirnya lenyap setelah kedatangan agama Islam.
                     Setelah itu Arus pun berbalik, kerajaan-kerajaan yang dahulunya berada dalam kekuasaan Majapahit akhirnya melepaskan diri. Para keturunan bangsawan Majapahit pun lebih memilih berkonsentrasi kepada kekusaaan yang tersisa, termasuk Raja Tuban Wilwatika. Tidak seperti nenek moyangnya, Wilwatika tidaklah berhasrat untuk menguasai atau memperluas kekuasaanya,"Perdamaian jauh lebih berarti buat rakyat, ucapnya. Tapi, hidupnya akan berubah drastis bukan saja bergeraknya arus dari eksternal (kedatangan Portugis) dan internal (munculnya Demak), namun yang lebih penting munculnya sosok Galeng pemuda desa yang muncul dalam hingar bingar arus tersebut.
              Galeng adalah pemuda desa yang memiliki ketangkasan, kecerdasaan, dan keberanian dibandingkan pemuda lain. Kemampuan nya itu pun di tambah selama masih tinggal di desa, dia sering mendengar "ocehan" dari Rama Cluring yang katanya pernah merasakan kehebatan Majapahit. Kemampuan fisik disertai luasnya wawasan, menjadi modal penting Galeng untuk masuk sebagai pemeran dalam arus balik Nusantara saat itu. Hasilnya babak itu di mulai saat Galeng menghadiri kejuaraan di Tuban bersama kekasihnya Idayu. 
                          Kemenengan Galeng sebagai juara dalam kejuaran itu menjadi titik awal pergulatan pemuda desa itu. Munculnya konflik seperti pengkhianatan, kehidupan feodal, munculnya para "penjilat", menambah konflik dalam kerajaan Tuban. Kedatangan Portugis menguasai Kerajaan Malaka menjadi babak awal Galeng sebagai duta Tuban dalam peperangan merebut Malaka, yang di pimpin oleh Adipati Unus (Laksamana Demak), walau akhirnya pasukan Nusantara kalah karena belum bersatunya pasukan kerajaan tersebut.
                      Selain kisah peperangan, dalam novel ini Pram pun mengisahkan bagaimana akulturasi budaya masyarakat Jawa yang dahulunya Hindu-Buddha menjadi Islam. Walau peran Wali Songo tidak terlalu ditonjolkan tapi sosok Muhammad Firman (Pada) menjadi rujukan bagaimana Islam mulai masuk ke masyarakat Jawa. Muncullah drama di sini, bagaimana Firman berperang melawan budaya Hindu -Buddha yang masih kental saat itu. Akhirnya sangat sedikit dari masyrakat jawa pedalaman yang me ameluk agama Islam.
                      Sosok Firman ini menjadi sosok penting karena merupakan Musafir yang langsung diutus oleh Sunan Bonan untuk menyebarkan agama Islam. Namun, setelah wafatnya Adipati Unus dan digantikan Raden Trenggono mengubah arus politik Demak. Arus yang tadinya mengarah ke peperangan terhadap Portugis (Peranggi) berubah setahap demi setahap ke arah perluasan wilayah oleh Raden Trenggono. Hal yang menggugurkan cita-cita Adipati Unus.
                        Pram pun menyungguhkan, bagaimana bangsa-bangsa Nusantara saat itu bisa berkerja sama dengan pasukan Portugal (Peranggi). Mulai dari Kerajaan Blambangan dan para pasukan pemberontak Ki Aji Benggala, membuat kita mengetahui cara para penjajah setahap demi setahap mendapat peluang untuk menaklukan Nusantara. Tapi disini, kemampuan Galeng sebagai tokoh Protagonis akhirnya muncul dan daya karismanya mengalahkan aura Raja Walwatika.
                         Akhirnya peperangan demi peperangan pun bermunculan di tanah Jawa, pulau yang tenang itu berubah menjadi daerah peperangan. Galeng, nantinya menjadi Wiragaleng akhirnya menjadi tokoh yang ditunggu untuk mengusir penjajah, menghentikan peperangan saudara, mempersatukan Nusantara layaknya Gajah Mada. Tapi, seperti kata Pram bahwa Arus saat itu sudah berbalik, apakah Galeng mampu membalikan arus itu seperti dahulu kala? Atau tentu Arus -nya tetap Balik?

                          Novel Arus Balik ini katanya merupakan karya terbaik dari Pramoedya Ananta Toer selain novel-novel ciptaanya. Tapi, kehebatan Pram menyajikan realisme sosial dalam kisah novel tentulah menjadi kekuatanya. Hal inilah yang membuat Pram bahkan bisa dibandingkan (Bahkan lebih) dengan J.K.Rowling (pencipta Harry Potter), Dan Brown (Da Vnci Code, dll). Tapi, diskriminasi terhadap Pram membuat karya-karya nya tidak pernah muncul. Padahal, sajian Novel Pram merupakan "Real" yang terjadi pada masyarakat. Mungkin Pram benar, sekarang Arus telah berbalik....
                       

            

READ MORE

Sejarah Tidak (Selalu) Membutuhkan Gelar

Posted by Rizky kusumo On Senin, 10 Februari 2014 0 komentar
             
            
                Jam 06.00 WIB tertanggal 1 Maret 1949, terjadi sebuah peristiwa yang menjadi epik sejarah bangsa ini dan termasuk sub bab “Merdeka 100%”. Yogyakarta, menjadi saksi sejarah serangan umum 1 maret yang digagas oleh salah satu putra bangsa, Soedirman. Semua tentunya kenal Soedirman, Bapak tentara Republik Indonesia, salah satu Jenderal yang memiliki 5 bintang TNI, tentulah gelar pahlawan bangsa atas jasa-jasa beliau dengan aksi-aksi heroiknya. Tapi, siapakah Soedirman 5-10 tahun sebelum peristiwa itu?
          Konon, ada yang bilang bahwa Jendral A.H.Nasution sebagai perwira terlatih meremehkan kemampuan strategi Soedirman. Hal ini pantas muncul, karena selama hidupnya Soedirman lebih banyak berkutat pada bidang mengajar bahkan puncaknya beliau menjabat sebagai Kepala Sekolah. Beliau pun baru masuk PETA (Pasukan Pembela Tanah Air) sekitar tahun 1944. Tentulah menjadi menarik, begitu cepatnya Soedirman mendapatkan tapuk tertinggi TNI (2 tahun). Karena, pada 1945 Sudirman akhirnya terpilih menjadi pemimpin TKR (cikal bakal TNI).
            Soedirman bukanlah nama dengan gelar, beliau hanya lahir dari keluarga sederhana di daerah Purbalingga, Jawa Tengah. Nama “Raden-nya” ditutupi karena memang berasal dari pamanya yang bertindak sebagai ayah angkatnya. Hidup sebagai anak desa yang sederhana lah yang membuat Soedirman menjadi pemuda bangsa yang tangguh. Kecakapnya dalam bekerja walau upahnya kecil lah yang membuat beliau dicintai oleh rakyatnya, Membangkitkan kisah-kisah legenda tentang pemuda desa yang menggucang nusantara.
            Kisa-kisah atau babad jawa pun penah mengisahkan kejadian yang latar belakangnya hampir sama. Pramoedya Ananta Toer dalam novelnya berjudul Arus Balik, dengan bangga mengisahkan perjuangan Galeng yang berasal dari desa tapi mampu menjadi Mahapatih kerajaan Tuban. Dalam novel itu Galeng yang kelak bernama Wiragaleng, memiliki kecakapan, keuletan dan keberanian beriringan dengan kesederhanaan hidup dibandingkan pemuda pada zamanya.
            Menggunakan latar belakang runtuhnya kerajaan Majapahit, mulai berkembangnya kerajaan Islam, dan datangnya Portugis ke Nusantara. Membuat kehidupan Galeng tak ubahnya kehidupan Soedirman yang berada dalam proses Penjajahan,  Kemerdekaan, dan Invansi Sekutu. Kemampuan Galeng membuat dirinya setahap demi setahap masuk dalam jajaran elit ketentaraan kerajaan Tuban.
            Walau sejarah Galeng ini belum tentu asli, karena dibangun secara novel oleh Pramoedya. Tetapi karakter nya sebagai anak desa yang mampu mendapatkan kepercayaan dalam posisi penting, bahkan berhasil mengusir Portugis tentulah menjadi pelajaran sejarah yang amat sangat penting. Layaknya Soedirman dan Galeng pemuda desa tanpa gelar mampu mencetak sejarah bangsanya.
            Dalam kisah-kisah Raja-Raja Jawa, pernah mengisahkan salah satu tokoh penting permersatu Nusantara bernama Gajah Mada. Tokoh yang selalu dipakai sebagai simbol kebesaran, pemersatu, kehebatan Nusantara. Latar belakangnya sebagai anak desa pun selalu menjadi kisah kontroversial beriringan dengan asal-usulnya yang masih misteri hingga saat ini. Tapi kisahnya sebagai patih yang mengesankan dengan ketegasan dan kecakapan membuat dirinya mampu masuk ke strata bangsawan saat itu.
            Gajah Mada merupakan simbol dari pahlawan tanpa gelar pada awalnya, atau From Zero To Hero ala Indonesia. Sayang, kisahnya jarang diceritakan kepada para pewaris bangsa yang kadang jauh lebih gandrung kepada pahlawan dengan title atau pahlawan luar negeri. Tapi, peristiwa sejarah yang selalu berulang-ulang ini walau dengan latar belakang yang berdeda, haruslah kita resapi.
Gajah Mada pernah mengucapkan sumpah, bahwa bila telah mengalahkan (menguasai) Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa, bila telah mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasaApakah para pemimpin dan tokoh bangsa yang kebanyakan “gelar” mau melakukan hal itu? Atau setidaknya membaca perjuangan para pemuda desa sebagai bahan pelajaran?
Sejarah memang membutuhkan tokoh, latar belakang, waktu/setting lokasi layaknya pertunjukan teater. Tapi sejarah bukanlah pesanan dari penguasa tapi arus masyarakatlah yang membentuk atau menarik dirinya sendiri. Itulah yang membuat para Zero berubah menjadi Hero pada akhirnya. Karena itulah kepada para tokoh atau “calon” tokoh masa depan kenapa kalian memusingkan gelar? Sejarah tidak (selalu) membutuhkan gelar.

Tulisan ini untuk Sejarahri.com

READ MORE

Arti Lagu Coldplay - The Scientist

Posted by Rizky kusumo On Minggu, 09 Februari 2014 7 komentar
                 


               Beberapa hari ini  Gua mendapat permintaan untuk meresensi lagu-lagu dari Coldplay, Permintaan yang sudah sangat lama itu belum bisa Gua realisasikan karena masih padet nya jadwal (Belagu dikit hahah), Tapi mengingat sekarang sedang moment libur semester, akhirnya adalah waktu untuk sekedar meresensi  memenuhi permintaan beberapa teman. Akhirnya sesuai permintaan, Gua akan meresensi lagu Coldplay berjudul The Scientist (ProkProk)

               Lagu The Scientist merupakan single kedua dari Album A Rush Of  Blood To The Head (2002), Dengan alunan piano yang di mainkan oleh Chris Martin (Vokalis) membuat lagu ini pernah masuk 10 lagu terbaik di UK Chart dan 18 lagu terbaik di US Billboard Modern Rock Track saat di rilis. Dan menjadi lagu yang sangat populer di Album tersebut. Tentu yang menjadi daya pikatnya adalah lirik dalam lagu tersebut, yang memang menjadi kekuatan band ini.
                   
         Yap,... Daripada kelamaan denger Mukodimah dari Rizky Kusumo ini ntar malah ke buru basi (Heheh), Lebih baik kita memulai Thread yang menjawab arti lagu ini, Tentunya teman-teman udah tidak sabar menunggu resensi lagu ini (Huhuh),, Namun, tentulah ini hanya definisi dari pikiran Gua semata, Untuk lebih tau lebih baik bertanya ke Coldplay aja (Hehe)...

Coldplay - The Scientist 


                    Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang ingin bertemu kemudian mengungkapan sesuatu, "Come up to meet you, Tell i'm sorry, You don't know how lovely you are" (Datang Temuimu, Katakan Sesalku, Kau tak tau betapa cantiknya dirimu),, Hal inilah yang selalu mengganjal dalam pikiranya, dia selalu berharap bisa menemuinya dan mengatakan hal-hal yang sangat ingin diungkapkan,"I had to find you, Tell you i need you, Tell i set you apart" (Harus kutemukan dirimu, Katakan padamu aku membutuhkanmu, Katakan padamu aku memilihmu)
                       
                   Kemudian dia pun ingin mengetahui apa yang disembunyikan dari dirinya, perasaan yang tidak pernah diungkapkan, pertanyaan yang selalu disimpan, dia menunggu untuk diberitahukan kepadanya supaya semua kembali lagi seperti di awal, "Tell me your secret, And ask me your question, Oh let's go back to the start" (Katakanlah rahasiamu, Dan ajukan pertanyaanmu, Oh ayo mulai dari awal lagi)

                    Karena hal ini seperti berputar-putar saja, tidak pernah menemui jalan keluar, Apalagi masa lalu yang selalu menghantui dan perasaan yang selalu menguasai, melemahkan logika, "Running in circles, Coming up tails, Head on since apart" (Berlari dalam lingkaran, Mengejar ekor, Kepala terpisah dalam ilmu pengetahuan) 
                     
                   Bagi dia semua ini tidaklah mudah, karena semua orang pun bilang seperti itu, hal yang membuat dirinya akan malu kalau memutuskan berpisah,"Nobody said it was easy, It's such a shame for us to a part" (Tidak ada yang bilang ini mudah, Sungguh memalukan jika kita berpisah),, Karena memang tidak ada yang bilang ini mudah, Namun betapa terkejutnya dia, kalau hal ini jauh lebih sulit daripada yang dipikirkanya, Hal itulah yang membuat dirinya ingin kembali ke awal lagi, "Nobody said it was easy, No ever said it would be this hard, Ohh take me back to the start" (Tak ada yang bilang ini mudah, (Tapi) Tak ada yang bilang ini akan sesulit ini, Ohh bawa aku ke awal lagi)

                Hal ini membuat dirinya hanya bisa menerka-nerka apa yang sedang dipikirkannya, Sebuah hal yang menjadi teka-teki yang harus dipecahkanya, "I was just guessing, At number and figures, Pulling the puzzle apart (Aku hanya menerka-nerka, Jumlah dan angka, Memecahkan belah teka-teki)
                    
          Karena pertanyaan Ilmu pengetahuan dan segala aspek kehebatanya tidaklah mengalahkan pertanyaan dari dalam dirinya sendiri,"Question of scientist, Science and progress, Do not speak as loud as my heart" (Pertanyaan ilmu pengetahuan, Ilmu pengetahuan dan kemajuan, Tidaklah sekeras suara hatiku)

                Kemudian dia pun ingin mendengar bahwa dirinya memang dicintai, Ingin kembali di hantui lagi dengan perasaan itu, Karena itu dia berharap akan kembali dan memulai dari awal lagi,"Tell you love me, Come back and haunt me, Oh, and I rush to the start (Katakan kau mencintaiku, Kembalilah dan hantui saya, dan aku akan bergegas kembali ke awal lagi)

               Beberapa teman-teman pastinya pernah mengalami hal seperti ini (Sedang mengalami heheh), tentulah hal ini akan membuat teman-teman memiliki persepsi dan pengalaman masing-masing terhadap lagu tersebut

                 Namun, seperti yang diungkapkan oleh lagu tersebut adalah hidup memang tidak mudah tapi dengan adanya tujuan dan cita-cita tinggi, hal itu tidak akan menjadi sulit lagi. Apalagi jikalau ada orang yang mencintai dirimu dan menjadi pendukung dalam hal apapun, Itu sih menurut persepi Gua semata yang kadang sotoy ini haha, Menurut temen-temen?

NB : Kalau temen-temen ingin nonton atau denger lagu The Scientist, bisa kok di akses aja di Bang Youtube ,, Gua kasih link nya dah...


Ok, Thanks atas kunjunganya, Jangan lupa Follow Blog ini dan Follow Twitter gua (Rizky_Kusumo7) hehheh
Ditunggu kritik dan saranya :D
READ MORE