Arti lagu The Script - Nothing

Posted by Rizky kusumo On Rabu, 20 November 2013 1 komentar
                       
  
                         Beberapa hari ini rasanya bingung milih lagu apa yang mau di resensi, selain karena banyak permintaan adanya faktor M (Males) pun mempengaruhi heheh. Tapi seperti kata pepatah, tulis sesuai apa yang kau rasakan,, sepertinya pas untuk memutuskan lagu yang akan diresensi kali ini (^-^). Lalu apa sih lagunya? Ya, Lagu ini di nanyikan oleh band asal Irlandia bernama The Script Huhuh...
                         Gua sendiri pernah memposting salah satu lagu dari band ini, bisa dicek kok The Script dan pengunjungnya lumayan juga heheh. Karena memang lagu-lagunya selain easy lestening, liriknya pun sarat makna. Nah, untuk kali ini kita akan membahas judul lagu the Script yaitu Nothing... Dari judulnya pasti kalian penasaran (^-^)..
                         Nah, daripada lama-lama denger ocehan gak jelas dari @Rizky_Kusumo7 mendingan kita langsung meresensi lagu dari band asal Irlandian ini. Tapi ini sih hanya dari definisi gua semata jadi kebenaranya tergantung kawan-kawan saja, Atau bisa tanyakan langsung ke the scriptnya saja sekalian heheh

The Script - Nothing

                  
               Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang telah kehilangan hal paling berharga dalam hidupnya, kemudian dia pun bertanya-tanya kepada dirinya sendiri "Am i better of dead?, Am i better of a quitter? (Apakah lebih baik saya mati? Apakah lebih baik saya menyerah?),, Tapi sahabatnya banyak yang memberitahu bahwa dirinya lebih baik sekarang "They say I'm better of now, Than I ever was with her (Mereka bilang lebih baik sekarang, daripada saat bersamanya) 
                Kemudian, sahabat-sahabatnya pun membawa dia ke klub malam untuk melepaskan kegalaunyan, walau masih berat buat dia "As they take me to my local down the street, I'm smilling but I'm dying trying not to drag my feet (Saat mereka membawaku ke bar terdekat di ujung jalan, Aku tersenyum tapi aku sekarat karena tak berusaha langkahkan kaki) 
                Tapi mereka memaksanya untuk minum dan bilang bahwa minuman akan membuat dia melupakan kekasihnya "They say a few drink will help you to forget her, But after one too many i know that i'm never (Mereka bilang sedikit minum akan membantumu melupakanya, tapi setelah begitu banyak tegukan, aku tahu takkan bisa),, Akhirnya hanya sahabatnya yang mengetahui keadaanya sekarang tapi bukan perasaanya "Only they can see where this is gonna end, But they all think I'm crazy, but to me it's perfect sense (Hanya mereka yang bisa melihat di mana akhir semua ini, Tapi mereka pikir aku gila, tapi bagiku aku sungguh waras)
          Kemudian setelah keluar dari klub malam, Sahabatnya mulai menenangkaanya karena dia meneriakkan nama kekasihnya sepanjang jalan "And my mates are all there trying to calm me down, Cause I'm shouting your name all over town (Dan teman-temanku mencoba menenangkanku, Karena kuteriakkan namanu disepanjang jalan),, Karena baginya, kalau dia bertemu kekasihnya sekarang, kekasihnya akan berubah pikiran "I'm swearing if i go there now, I can change your mind turn it all around (Aku bersumpah jika aku pergi ke sana sekarang, Bisa kuubah pikiranmu dan mengubah segalanya)
              Karena walau dia sedang mabuk dan suaranya tidak jelas, dia tetap mengucapakan sesuatu kepada kekasihnya "And i know that i'm drunk but i'll say the words, And she'll listen this time even though they're slurred "(Dan aku tahu diriku sedang mabuk tapi kan kuucapkan kata-kata itu, Dan kali ini dia akan mendengarkan meskipun kata-kataku tak jelas),, Lalu dia menelpon kekasihnya untuk mengungkapkanya, tapi reaksi kekasihnya sangat mengecewakan "Dialed her number and confess to her, I'm still in love but all heard was nothing (Hubungi nomernya dan mengaku padanya, Aku masih cinta tapi tak kudengar apa-apa)
             Setelah itu dia pun akhirnya kecewa dengan keadaanya, walau dirinya sudah berada di depan pintu kekasihnya "So I strumble there, Along the railings and the fences, I know if I'm face to face that she'll comes to her senses, Every drunk step i take leads me to her door " (Maka aku terpaku disitu, di selusur tangga dan pagar, Aku tahu jika berhadapan dia akan mengerti, Tiap langkah mabukku membawaku ke pintunya),, Karena baginya, jika kekasihnya melihat betapa berantakan dirinya, pasti kekasihnya akan menerimanya kembali "If she sees how much I'm hurting, She'll take me back for sure (Jika dia melihat betapa terluka diriku, Dia pasti kan merimaku kembali)
            Tapi sayangnya, dia tidak mendengar kata-kata apapun dari kekasihnya "She said nothing, Oh I wanted words but all i heard was nothing, Oh i got nothing " (Dia tak ucapkan sepatah kata pun, Oh ingin kudengar kata-kata tapi tak ada yang kudengar, Aku tak dengar apa-apa) 
             Tapi memang baginya cinta lebih memabukkan daripada minuman di klub malam saat itu, tapi saat dia sadar tidak ada satu orang pun yang menunggunya "Oh sometimes loves is intoxicating, Oh you're coming down your hand are shaking, When you realize there's no one waiting (Oh kadang cinta memang memabukkan, Oh kau datang, tanganmu gemetar, Saat kau sadar tak ada orang yang menunggu)

            Tentunya beberapa kawan-kawan akan mengerti arti lagu itu sendiri, apalagi kalau ada yang pernah merasakaan hal tersebut hehheh,, Tapi, tidak semua hal itu harus dipikirkan terus menerus tidak akan pernah selesai (Bijak amat hahah),,, Seperti yang diungkapkan dalam lirik lagu itu, Kadang cinta memang memabukkan heheh (^-^)
               Okeh, kalau kawan-kawan mau denger lagu the script ini, bisa langsung akses ke Bang Youtube dan gua kasih linknya deh biar gampang!!

                  Okeh, Thanks atas kunjunganya, jangan lupa follow blog ini dan follow @Rizky_Kusumo7 heheh
Di tunggu kritik & saranya :D

 


               

1 komentar:

Prameswari mengatakan...

HAHAHAHHAHAH
can totally relate to this song
I Was at a party where they offered us free Guinness Beer (my crush for 3 years just left Indonesia to study in Australia). I had like 5 - 6 glasses of it and the band was playing You Are Beautiful by James Blunt, suddently had a mental breakdown and people kept asking me why i was crying while my family just sat there watching me, giggling.

Posting Komentar