Sahabatku Yang Berada Di Sisi Terang

Posted by Rizky kusumo On Sabtu, 04 Februari 2012 2 komentar






Oleh: Rizky Kusumo

Hai, Sahabatku Yang Berada Di Sisi Terang
Mengapa Kau Menghilang?
Meninggalkan Semua Dalam Kegelapan
Menutup Kembali Hati Dalam Kesesatan

Hai, Sahabatku Yang Berada Di Sisi Terang
Mengapa Kau Tak Menaburkan Cahaya Hatimu?
Membuat Semua Tak Bisa Mengikuti Jejakmu
Menghilangkan Kembali Cahaya Dalam Kebutaan

Hai, Sahabatku Yang Berada Di Sisi Terang
Mengapa Kau Tak Mengembangkan Senyummu?
Menjadikan Semua Terasa Begitu Sunyi
Mengembalikan Kembali Rasa Kesepiaan

Hai, Sahabatku Yang Berada Di Sisi Terang
Mengapa Kau Tak Kunjung Kembali?
Menuai Semua Kenangan Dalam Keindahan
Melabuhkan Kembali Suka Dan Duka

Hai, Sahabatku Yang Berada Di Sisi Terang
Mangapa Kau tak Memulai Kembali?
Memulai Semua Hari Dengan Keceriaan
Memeriahkan Kembali Perjuangan Kita

(Sabtu, 2 Febuari 2012)

READ MORE

Sebuah Tanya

Posted by Rizky kusumo On 0 komentar

Oleh: Soe Hok-Gie

Akhirnya Semua Akan Tiba
Pada Suatu Hari Yang Biasa
Pada Suatu Ketika Yang Telah Lama Kita Ketahui

Apakah Kau Masih Berbicara Selembut Dahulu
Memintaku Minum Susu Dan Tidur Yang Lelap?
Sambil Membenarkan Letak Leher Kemejaku

(Kabut Tipis Pun Turun Pelan-Pelan di Lembah Kasih,
Lembah Mendalawangi Kau Dan Tegak Berdiri
Melihat Hutan-Hutan Yang Menjadi Suram Meresapi
Belaian Angin Yang Menjadi Dingin)

Apakah Kau Masih Membelaiku Semesra Dahulu
Ketika Kudekap Kau
Dekaplah Lebih Mesra, Lebih Dekat

(Lampu-Lampu Berkelipan Di Jakarta Yang Sepi
Kota Kita Berdua, Yang Tua Dan Terlena Dalam Mimpinya
Kau Dan Aku Berbicara
Tanpa Kata, Tanpa Suara
Ketika Malam Yang Basah Menyelimuti Jakarta Kita)
Apakah Kau Masih Akan Berkata
Kudengar Derap Jantungmu
Kita Begitu Berbeda Dalam Semua
Kecuali Dalam Cinta

(Hari Pun Menjadi Malam
Kulihat Semuanya Menjadi Muram
Wajah-Wajah Yang Tidak Kita Kenal Berbicara
Dalam Bahasa Yang Tidak Kita Mengerti
Seperti Kabut Pagi Itu)

Manisku, Aku Akan Jalan Terus
Membawa Kenangan-Kenangan Dan Harapan-Harapan
Bersama Hidup Yang Begitu Biru

(Selasa, 1 April 1969) 
READ MORE