masyarakat indonesia dan perkembangan internet

Posted by Rizky kusumo On Selasa, 15 November 2011 0 komentar
         Dengan berkembangnya teknologi di dunia maya, banyak yang berharap adanya perubahan kebiasaan masyarakat di negara ASEAN. Tapi, nampaknya hal itu belum terwujud. Karena, kebanyakaan masyarakat di negara ASEAN khususnya indonesia lebih sering menonton televisi dibandingkan dengan online di dunia maya. Dalam survei yang dilakukan oleh Telecom Practice Nielsen Indonesia, ditemukan bahwa masyarakat indonesia rata-rata menghabiskan 14 jam per minggu untuk online atau 2 jam sehari. Dalam survei yang melibatkan para koresponden di atas 15 tahun dan diselenggarakan di 9 kota besar, membuktikan bahwa masih kurangnya minat masyarakat terhadap media online dibandingkan media televisi.ini dikarenakan masih mahalnya akses internet dan kurangnya jaringan yang tersalurkan ke beberapa pelosok indonesia berpengaruh terhadap keadaan ini.

Revolusi palapa
     Keadaan ini mungkin saja bisa berubah setelah PT.Telkom (persero) Tbk merencanakan pembangunan palapa ring. proyek yang rencanannya akan memasang jalur internet dari sumatra hingga papua ini diharapkan dapat mendekatkan masyarakat dengan internet. Walaupun masih ada 3 kota yang belum terpasang, PT.Telkom yakin rencana ini akan selesai hingga tahun 2013. Selain dana yang digunakan untuk proyek ini tidak besar, PT.Telkom pun tidak perlu memasang jalur serat optik baru karena jalur serat optik sudah ada. Dengan perubahan kabel analog menjadi kabel serat optik diharapkan akan mengurangi biaya akses internet dan juga dapat menjangkau hingga pelosok daerah.  walaupun belum tentu akan meningkatkan penetrasi internet di indonesia proyek ini diharapkan dapat mendekatkan masyarakat dengan internet.karena dengan berkembangnya internet seharusnya masyarakat indonesia dapat menikmati layanan tersebut tanpa dibatasi dengan biaya akses yang mahal dan belum terjangkaunya layanan internet ke daerah-daerah pelosok.

0 komentar:

Posting Komentar